Strategi Polri Dalam Menyikapi Perubahan KUHP Dan KUHAP

Sharing is caring!

Jakarta, Belanegaranews.com – Strategi Polri dalam menyikapi Perubahan KUHP dan KUHAP dari ketentuan RUU KUHAP yang di nilai dapat melemahkan penyelidikan untuk melakukan penangkapan pelaku kejahatan dan RUU KUHAP juga dapat membuat Hukuman bagi tersangka kejahatan menjadi ringan atau berkurang.

Dalam Proses Penyelidikan seharusnya secara tertutup dan sampai ada ketentuan yang dapat menghentikan Penyelidikan dengan dasar SP3 atau P21, serta di tambah kan pula bahwa sah nya penyidik harus berhati-hati dalam melakukan penyelidikan dan harus sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur), agar kelak tidak melanggar ketentuan-ketentuan sebagai Penyidik sehingga dapat melanggar hukum.

Ada juga Pelanggaran Hukum kejahatan yang benar-benar harus menyelidiki secara profesional serta sangat khusus yaitu: “Terorisme dan Narkoba,” karena dalam Penyelidikan dan Proses Surveilance biasanya dilakukan berbulan bulan untuk dapat menangkap tersangka dan selain itu juga masa Penahanan terhadap tersangka khususnya pelaku terorisme pun seharusnya lebih lama untuk kepentingan Proses Penyelidikan dalam pengungkapan jaringan terorisme.

Begitu juga Pelaku kejahatan tentang Narkotika, kembali oleh Brigjend. Pol. Dr. Agung Makbul, SH. MH. agar anggota Polri selalu menjaga Marwah dan Harkat serta martabat di mata masyarakat, sebab Polri merupakan sebuah Profesi yang terkait Kode etik dan harus selalu di junjung tinggi demi menjaga profesionalitas dan kinerja setiap anggota di lapangan dengan meningkatkan Promoter (Profesional modern dan terpercaya) yang telah di canangkan oleh Kapolri.

Setiap Penyelidik harus tanggap dalam melayani laporan masyarakat atau dalam melakukan penyelidikan di lapangan secara concencus orientation bermakna berorientasi kepada upaya pencapaian konsensus diantara anggota masyarakat dan Equity adalah mengutamakan keadilan, Efficiency and Effectiveness yaitu penyelenggaraan yang berbasis efisiensi dan ke efektifan serta strategi vision, dengan memiliki visi strategi kedepan.

Sehubungan peningkatan SDM Polri yang Profesionalitas dan ke disiplinan secara langkah cepat dan tepat bagi anggota di lapangan, serta penyelidik lainnya yang melakukan aktivitas hendak nya tidak melakukan pelanggaran SOP (standar Operasional Prosedur) dan selalu berpedoman dengan Perkap Polri serta kode etik.

Hal tersebut disampaikan Karo Sunluhkum Divkum Mabes Polri Brigjen. Pol. Dr. Agung Makbul, SH, MM., saat memberikan kuliah kepada peserta didik Sespimti Polri Angkatan 27 Tahun 2018 dengan mata kuliah tentang Strategi Polri dalam menghadapi Perubahan KUHP dan KUHAP, pada tanggal 21 Agustus 2018.

Sumber: Divkum Mabes Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *