Hutan lindung di Kabupaten Majalengka Sudah Banyak Beralih Fungsi

Sharing is caring!

Majalengka, Belanegaranews.com – Hutan lindung di Kabupaten Majalengka banyak yang beralih fungsi menjadi kebun jagung. Padahal sejatinya hutan tersebut harus terawat agar sumber alam hayati yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.

Hutan yang terbentang dari Kecamatan Majalengka, Kecamatan Maja dan Kecamatan Bantarujeg terlihat sangat memprihatinkan. Dulu sebelum jadi Hutan Lindung di kelola oleh Perum Perhutani, namun setelah berubah jadi hutan lindung biasanya melakukan kegiatan PHBM (Pemeliharaan Hutan Bersama Masyarakat), malah berkepanjangan.

Bahkan sekarang diduga lebih dari 5000 ha, luas lahan digarap oleh masyarakat, di antaranya Desa Cibodas, Desa Nunuk. Baru, Desa Cieurih, Desa Cipicung, Desa Angrawati Desa Cengal, Desa Cihaur. Desa Sukamenak, Desa Cinambo, desa Cikidang, Desa Gununglarang dan Desa Babakan Jawa.

Saat dikonfirmasi, Ketua LMDH Majalengka menuturkan bahwa, “sebagian Hutan Lindung ada yang sudah rusak, karena masyarakat belum sadar akan bahaya hutan gundul, selain rawan longsor juga akan terjadi banjir jika musim penghujan tiba,” tutur Omo kepada reporter Belanegaranews.com. Kamis (18/10)

Lebih lanjut Omo mengatakan, “sekarang hutan lindung dibawah pangawasan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, malahan lahan tersebut ada yang dijadikan hutan sosial. Dimana dilahan tersebut setiap penggarap mendapat SPPT tanah garapan walau namanya bukan nama penggarap, setiap seorang menggarap 2 ha selama 35 tahun. Jika berhasil bisa di perpanjang, jika tidak berhasil ijinnya bisa dicabut,” ujarnya.

Reporet : Tatang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *