Media Indonesia Barokah

Sharing is caring!

Oleh : Ensu

Belanegaranews.com – Di akhir bulan Januari 2019 ruang publik Indonesia dikagetkan oleh beredarnya sebuah tabloid yang bernama MEDIA INDONESIA BAROKAH, yang beredar disekitar 12 kecamatan Kabupaten Ciamis Jawa Barat dan wilayah lainnya yang beredar didalam mesjid.

Konten dan headline yang dikemukakan konon mengarah pada propaganda yang merugikan paslon presiden peserta pemilu 2019.

Para pemangku kepentingan pada akhir bulan ini sedikit disibukan dengan adanya peredaran Media Indonesia Barokah tersebut, mereka sibuk menganalisis dan membahas pentingnya perusahaan jurnalistik dan pungsi serta tugas dari pemberitaan.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah tanggapan dari berbagai pemangku kepentingan perihal beredarnya Media Indonesia Barokah.

Dewan Pers Menilai Tugas Media Jangan Disalahgunakan Menunjuk Kasus Indonesia Barokah.

Petugas Panwaslu Depok menunjukkan tabloid ‘Indonesia Barokah’ yang disita dari sebuah masjid, di kantor Panwaslu Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (25/1/2019). Petugas juga menyita 400 paket berisi tabloid yang diduga tendensius terhadap salah satu pasangan Capres itu di Kantor Pos dan Giro Depok, yang akan disebarkan oleh pengirim tak dikenal ke masjid dan pesantren yang ada di Depok. (Antara)

Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi menegaskan, menjelang Pemilu 2019, pers tidak boleh dijadikan “barang” yang dimainkan oleh kelompok-kelompok tertentu. “Pers bukanlah barang mainan. Pers itu bertugas mengedukasi kepada masyarakat,” kata Jimmy saat menghadiri diskusi bertajuk “Hantu Kampanye Hitam”.

Hampir semua media jurnalistik, mengangkat topik dan menjadikan headline dengan beredarnya tabloid yang bernama Indonesia Barokah tersebut.

Tentunya kita sebagai bangsa yang besar dan bermartabat, tidak menginginkan ruang demokrasi yang sedang dijalankan terutama dimusim tahun politik ini, dikotori dengan tindakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang pada akhirnya demokrasi kita menjadi cacat, penuh dengan kecurigaan dan fitnah. jika hal tersebut tidak diselesaikan, hal ini sangat memprihatinkan terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Siapa yang dirugikan dengan beredarnya Media Indonesia Barokah?, tentunya bukan hanya salah satu pasangan calon saja, tetapi keduanya sama-sama akan dirugikan.

Penulis menganalisa, jika permasalahan tersebut didiamkan, ini akan berdampak pada tanggapan warga negara dan saling berspekulasi terhadap isu lalu digoreng dengan dibumbui keberpihakan terhadap calon yang di usung, dikhawatirkan Negeri ini akan benar-benar terbelah. Lalu siapa pelaku penyebaran Media tersebut?, patut diwaspadai ada pihak ketiga yang mengendap-ngendap untuk membelah negeri ini, yang akan membawa kehancuran Indonesia.

Mari kita arif dalam menilai, tidak saling curiga, tidak saling menuduh, hindari hoax, hindari tuduhan hoax. Hindari melempar lalu sembunyikan tangan. Karena jika salah menilai lantas salah bertindak, maka kehancuran sudah diambang gerbang.

 

Editor : Cepi Gantina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *