Menguji Integritas

Sharing is caring!

Belanegaranews – Kata “integritas” berasal dari Bahasa Latin, yaitu “integer” yang mengandung arti; Keteguhan sikap dalam mempertahankan prinsip yang menjadi landasan hidup dan melekat pada diri seseorang sebagai nilai-nilai moral. Mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.

Apa yang dimaksud dengan integritas? Secara umum, arti integritas adalah kualitas kejujuran dan prinsip moral di dalam diri seseorang yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupannya secara menyeluruh.

Pengertian integritas adalah suatu kepribadian seseorang yang bertindak secara konsisten dan utuh, baik dalam perkataan maupun perbuatan, sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik. Seseorang dianggap berintegritas ketika ia memiliki kepribadian dan karakter berikut; 

Jujur dan dapat dipercaya memiliki komitmen bertanggung jawab menepati ucapannya setia menghargai waktu memiliki prinsip dan nilai-nilai hidup.

Kunci integritas.
Pertama, menunjukan kejujuran (demonstrate honesty), yaitu bekerja dengan orang lain secara jujur dan benar, menyajikan informasi secara lengkap dan akurat.

Kedua, memenuhi komitmen (keeping commitment), yaitu melakukan apa yang telah dijanjikan, tidak membocorkan rahasia.

Ketiga, berperilaku secara konsisten (behave consistently), yaitu menunjukkan tidak adanya kesenjangan antara kata dan perbuatan.

Bisa disimpulkan bahwa integritas adalah soal tentang kualitas diri positif yang dimiliki seseorang yaitu berkata dan bersikap jujur, dapat dipercaya dan tidak pernah ingkar janji. Hal ini amat penting dan menjadi modal besar di dalam membangun hubungan yang positif dan saling menguatkan di antara para pemimpin bangsa ini dan masyarakatnya.

Memperhatikan arti kata, definisi dan liku liku dari kata integritas tersebut sungguh sangat dalam dan mempunyai satu hal yang menghujam tajam ke dalam inti hidup manusia, karena menyangkut bentuk penyatuan yang konsisten antara ucapan dan gerak yang didorong dari keluhuran budi dan nurani.

Hmmm… ternyata definisi integritas adalah sejumlah keterangan yang kongruen dengan akhlakul karimah, sidiq, tabligh, amanah dan fathanah.dan hal tersebut sudah dicontohkan oleh para Rasul.

Dalam kehidupan beragama, sendi sendi dasar akhlakul karimah atau budi pekerti tentunya sudah diajarkan. Di Semua agama hal ini menjadi pembelajaran yang sangat mendasar, yang mengujud pada pembiasaan hidup bertatakrama dan beretika.

Pertanyaan, sudahkah kita mengejawantahkan integritas dalam semua aspek kehidupan?, tentunya hal ini menjadi absurd, karena integritas terkadang tergerus oleh kepentingan nafsu duniawi yang terkadang mengatasnamakan integritas. Ibarat mengupas bawang, integritas adalah hasil dari kupasan yang pertama tanpa disadari sesungguhnya hasil kupasan itu adalah kulit yang kedua,ketiga dan  begitu seterusnya.

Diperlukan standarisasi dari sebuah bangunan integritas, yakni di kembalikan pada sunnatullah yang telah direalisasikan ke dalam bentuk uswatun hasanah para Rasulnya, tanpa hal itu maka integritas tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah kesemuan belaka.


Oleh Ensu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *