Kajian Pekanan LDK IMMUKI STIKI, Gandeng Motivator Sekaligus Ustadz Kondang

Sharing is caring!

Denpasar (BNNews) –  Lembaga Dakwah Kampus Ikatan Mahasiswa Muslim STIKI (LDK IMMUKI) mengadakan kajian pekanan sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan pada hari Minggu (5/5/2019) pukul 08.00 s.d selesai.

Agenda pekanan kajian ini diadakan di Ruang 101 Kampus STIKI Denpasar Jalan Tukad Pakerisan No 97 Denpasar. Tema kajian pekan ini berjudul “Siapakah yang Terbaik Di Bulan Ramadhan”.

Adapun pembicara yang didaulat untuk mengisi kajian pekanan adalah Ustadz Ahmad Rosadi Lubis, Cht atau akrab disapa Bang Lubis. Bang Lubis merupakan pendakwah sekaligus motivator yang sering mengisi kajian kemahasiswaan, parenting, hingga remaja Islam di Bali. Peserta yang hadir dalam kajian pekanan ini selain dari mahasiswa STIKI Denpasar juga dihadiri oleh lembaga dakwah kampus di Denpasar dan Badung.

Bang Lubis menyinggung ciri-ciri orang yang  meraih kemenangan pada 1 Syawal nanti. Lalu juga menekankan bahwa pentingnya menentukan target-target yang harus dicapai dalam Bulan Ramadhan, dan fitrah seorang laki-laki dan perempuan ketika menghadapi Bulan Ramadhan. Penulis Buku Motivasi “Setetes Embun di Ujung Denpasar ini mampu menghipnotis para peserta kajian menjadi bersemangat dalam menjalani ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.

Hadi Prasetya, Ketua LDK IMMUKI mengatakan bahwa materi yang disampaikan Bang Lubis sangat menarik dan mudah dimengerti

“Bagi saya pribadi materi yang disampaikan oleh Bang Lubis sangat menambah bekal dalam menyambut bulan yang mulia ini. Bang Lubis menekankan pada kami kaum laki-laki yang lahir memiliki fitrah sebagai pemimpin harus bisa memotivasi  minimal diri sendiri dab usahakan dapat memotivasi orang lain untuk istiqomah hingga akhir ramadhan nanti” imbuhnya.

LDK IMMUKI STIKI sebulan dalam sebulan memiliki empat agenda dalam meningkatkan kapasitas keislaman di kampus. Minggu pertama dan kedua  merupakan kajian gabungan. Di Minggu kedua kajian dikhususkan untuk muslimah IMMUKI STKI. Sedangkan di minggu keempat diadakan rihlah atau jalan-jalan seperti mendaki ke Gunung atau tadabur alam ke obyek-obyek wisata yang ada di Pulau Dewata. (HAD)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *