Rekapitulasi Dua Kecamatan di Kota Semarang Kembali Ditunda

Sharing is caring!

Semarang (BN News) – Rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kota Semarang untuk dua kecamatan yakni Semarang Barat dan Pedurungan kembali ditunda.

Awalnya rekapitulasi dua kecamatan tersebut dijadwalkan Minggu (5/5/2019) siang.

Namun, adanya gangguan pemadaman di Kecamatan Semarang Barat dan belum selesainya rekapitulasi tingkat kecamatan di Kecamatan Pedurungan mengharuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menunda dan merencanakan rekapitulasi pada Senin (6/5/2019) pukul 13.00.

Rencana itu pun terpaksa harus kembali ditunda lantaran masih terdapat hal yang harus dirampungkan di Kecamatan Pedurungan.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Kecamatan Pedurungan hingga saat ini masih dalam proses penyelesaian rekapitulasi.

Sedangkan, Semarang Barat sudah siap untuk melakukan pleno tetapi berdasarkan kesepakatan bersama Semarang Barat juga akan dilakukan bersamaan dengan Kecamatan Pedutungan pada Selasa (7/5/2019) pukul 10.00.

“Pedurungan masih proses penyelesaian.

Semarang Barat sebarnya sudah ready tapi saya menawarkan kepada forum dan keputusannya akan dilaksanakan besok bareng dengan Kecamatan Pedurungan,” jelas Nanda.

Terkait progres rekapitulasi di Kecamatan Pedurungan, dia belum dapat memastikan data yang masih kurang.

Dia akan mengecek progres rekapitulasi tingkat kecamatan di Kecamatan Pedurungan.

Meski demikian, dia percaya panitia pemilihan kecamatan (PPK) Pedurungan komitmen dan mempersiapkan rekapitulasi tingkat kota sebaik mungkin.

Diakui Nanda, Kecamatan Pedurungan merupakan kecamatan dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) terbanyak, yakni 507 TPS.

Ada 2.535 kotak suara yang harus dihitung.

Dia pun memaklumi masih adanya kekurangan data yang harus dipersiapkan untuk rapat pleno tingkat kota.

“Menangani 2.534 kotak suara dengan panel hanya empat, kemudian mindah data lagi dan mengecek data, saya kira itu butuh waktu,” ujarnya.

Jika masyarakat masih saja memberikan kesan negatif dan tidak percaya kepada para petugas, dia mengaku sangat prihatin.

Sebab, sejauh ini petugas sudah totalitas dalam menyelesaikan hal ini.

“Saya percaya mereka sudah maksimal.

Mereka sudah berminggu-minggu tidak pulang ke rumah.

Jadi, saya tidak perlu lagi membicarakan komitmen dan integritas.

Saya yakin mereka sudah totalitas.

Jika masih ada maayarakat yang tidak percaya silakan saja datang dan saksikan langsung ke Pedurungan, saya juga ada disana,” tegasnya. (Hardi/R.1820).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *