Sambut Idul Fitri Negeri Wolu Gelar Cakalele Keliling Kampung

Sharing is caring!

Malteng (BNNews) – Angkatan SMP PGRI Wolu Menggelar Agenda Kegiatan Festival Budaya Adat Cakalele sebagai simbol ritual demi memperkokoh barisan anak muda guna mengenal adat budaya para Leluhur yang telah terkikis oleh zaman, ” tandas Samsul Silawane.

Dia berharap agar setiap tahun menyambut hari raya Idul Fitri, anak mudah harus mengenal Sejarah Budaya Adat sebagai tujuan tertentu agar masyarakat bisa mengenal hubungan toleransi yang telah disentuh secara fisik. Baik itu dari kalangan muslim, maupun kristiani,” ujar Samsul pada 7 Mei lalu.

Dengan suara lantang kepada masyarakat bahwa, “negeri ni adalah, negeri adat, maka dari Itu kita sebagai generasi muda harus berani membuat perubahan terhadap adik-adik kita yang telah terisolasi dengan budaya-budaya barat.

karena sebagian besar masyarakat  pada khususnya negeri adat yang telah lahir dengan bungkusan kain berang, parang dan salawaku, hanya sebagai penyambung lida untuk menghantar kan tidur yang panjang,” imbuhnya.

“Saya selaku ketua panitia angkatan SMP PGRI Wolu sangat menginginkan hubungan adat terus ddikembangkan sebagai budaya literasi di kalangan anak muda untuk mengenal adat dan keagamaan. Sebab selama ini para generasi muda pada khususnya maluku yang dijuluki dengan negeri-negeri adat, negeri raja-raja hanyalah formalitas,” ujarnya.

Ungkap Samsul di era globalisasi sebagian besar para pemangku adat tak lagi mengenal adat budaya sebagai pondasi jatidiri yang baik. Mereka mulai tergiring oleh zaman modern.

Kata dia, “20 tahun kedepan negeri ini akan maju dengan budaya asing yang telah disoroti dengan penampilan menarik seperti beragam pakaian serta bermacam-macam Alat Konsumsi,” katanya.

Kami selaku angkatan SMP PGRI Wolu yang jumlahnya kurang lebih 45 orang telah mampu memfasilitasi para peserta yang ikut dalam kegiatan  cakalele yaitu, dua peserta dusun yamahena yang merupakan anak negeri Wolu Serta Kampung Baru. Misi kami bukan hanya mengadakan pertandingan perebutan trofi serta uang tunai yang telah disiapkan oleh para peserta.

Tapi kami sangat serius membangkitkan gerak cakalele sebagai tujuan untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan anak muda tentang pentingnya paham budaya adat dan keagamaan sebagai simbol kearifan lokal,” tutup Samsul. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *