Pawai Damai Forum Umat Islam Cianjur Peduli Kalimat Tauhid

Sharing is caring!

CIANJUR (BNNews) – Forum Umat Islam Cianjur Peduli Kalimat Tauhid menggelar Pawai Damai. Bertempat di Mesjid Al-Qubro Jl. Kh. Abdullah Bin Nuh Cianjur. Jumat (25/10/2019)

Dalam aksi Pawai Damai tersebut FUI Cianjur menyampaikan aspirasi menolak pelarangan Kalimat Tauhid di hari Santri di Kabupaten Cianjur dan menyatakan keberatan diadakanya hiburan dangdut di depan Masjid Agung Cianjur.

Sebelum menuju masjid Agung Cianjur, massa terlebih dahulu berkumpul di Mesjid Al-Qubro Jl. Kh. Abdullah Bin Nuh Cianjur, selanjutnya konvoi kendaraan dan longmarch melalui route Jl. Dr. Muwardi – Jl. Mangunsarkoro – Jl. Hos Cokroaminoto – Jl. Adi Sucipta – Jl. Siliwangi.

Massa yang mengikuti Aksi Pawai Damai tersebut berasal dari gabungan Ormas
FPI (Front Pembela Islam) Cianjur, GARIS (Gerakan Reformis Islam) Cianjur, GEMPA (Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah) Cianjur, KIBLAT (Komando Indonesia Berdaulat) Cianjur dan Sapu Jagad. Dengan estimasi massa 350 orang.

Pada jam 15.00 wib, peserta Pawai tiba di alun-alun Masjid Agung Cianjur, selanjutnya melaksanakan shalat Ashar berjamaah di Masjid Agung Cianjur. Selesai melaksanakan shalat Ashar, perwakilan peserta pawai melakukan orasi.

Dalam orasinya, Jamaludin orator dari Komando Indonesia Berdaulat menyampaikan bahwa, “Hari Santri harusnya menjadi milik semua. Saat Hari Santri terjadi insiden, ada oknum ulama yang menurunkan bendera Tauhid. Satu bendera diturunkan, seribu dikibarkan,” tegasnya.

Sementara Laskar Cilik menyampaikan orasinya bahwa, “Bendera Tauhid bukan hanya milik HTI, tetapi milik semua umat Islam. Rasululloh dan sahabat Rassul mempertahankan bendera Tauhid dalam setiap perjuangan,” katanya.

Sementara Habib Hud Alydrus/DPW FPI Cianjur menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Ormas Islam yang datang.

“Hanya di jaman ini, banyak terjadi Hoax. Saat pertemuan Muspida dengan Panitia HSN, MUI, FPI dan Ormas Islam lainnya, paparan Kesbangpol Kab Cianjur menjelaskan bendera mana yang boleh dan tidak boleh dikibarkan,” tegasnya.

“Yang tidak boleh dikibarkan yaitu Bendera Tauhid yang ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia/HTI,” pungkas Habib Hud Alydrus. CG81

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *