PKBM Nurul Fata Pejuang Kesetaraan di Kelompok Belajar

  • Whatsapp
banner 468x60

Sharing is caring!

BN News- CIANJUR-

Kelompok belajar itu dipenuhi siswa siswi kesetaraan paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA. Mereka belajar  di ruang balai desa, aula pondok pesantren  maupun di kantor lembaga non pemerintah.

Ya itulah sehari hari yang dilakukan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Nurul Fata  di Kampung Babakan Rt 01 Rw 03 Desa Maleber Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur.

“Kami melakukan ini semata mata untuk meningkatkan IPM di Cianjur,” kata Kepala Sekolah PKBM Nurul Fata, Deni Abdul Kholik.

Deni menceritakan, awal mendirikan PKBM tahun 2014 silam, lalu terakrediasi dengan nilai B tahun 2017. Kemudian, selain membuka PKBM di induk atau pusat,  membuat kelompok belajar di masing masing desa. “Saat ini kami memiliki enam kelompok belajar,” tuturnya.

Deni mendirikan PKBM berawal dari keprihatinan masih banyak warga yang putus sekolah. Sedangkan di era sekarang ini untuk melamar pekerjaan harus menggunakan ijasah. Paling rendah ijasah SMP atau SMA. Selain itu, angka pendidikan di Cianjur rendah.  “Tekad saya harus meningkatkan pendidikan. Karena, kalau pendidikan tinggi, pasti ekonomi akan meningkat,” tegas dia.

Menurut pengamatan pria 33 tahun ini,  masyarakat Cianjur yang putus sekolah di formal, masih memiliki minat untuk sekolah kembali atau menuntaskan pendidikan sampai jenjang SMA.  “Setelah kami data, di ke RT an, ternyata masyarakat yang putus sekolah ingin melanjutkan kembali sampai tuntas atau SMA,” imbuhnya.

Deni juga menerangkan, tak hanya program kesetaraan, melainkan ada keterampilan.  Saat ini telah melaksanakan program PKW untuk 20 orang warga. “PKW untuk 20 orang warga di luar PKBM. Keterampilan yang diajarkan jenis program komputer,” tuturnya.

Deni menerangkan, saat ini tutor PKBM sebanyak 35 orang, sedangkan siswa kurang lebih 1.300 orang. Jumlah itu, dari mulai kelas I, II dan III. Untuk ujian sendiri, tutur dia, program paket B dan C menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Insa Allah bulan April dan Mei 2020 mendatang, siswa yang akan mengikuti UNBK semua jenjang sekitar 540 orang,” tutupnya.  ( Wawan Kusmiran)

Pos terkait