Tokoh Agama Jawa Barat Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri Di Makasar

  • Whatsapp

Sharing is caring!

 

Reportase : Taufik winata
Cianjur – Jawa Barat

BN News | CIANJUR ~

Sejumlah Tokoh Agama mengecam aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral  di Makasar, Sulawesi Selatan Pada hari Minggu 28/03/21, pukul 10.30 WIT.

Kecaman datang dari Ketua MUI Jawa Barat, Prof. Dr. KH. Rahmat Syafei, LC, M.A, Ketua FKUB Jawa Barat,Drs. KH. Rafani Achyar M.Si,Wakil ketua NU Jawa Barat, KH Agus Dedem Mubarok S.H,Tokoh Agama Jawa Barat,Habib Umar Bin Husen Bin Muhammad Asegaf dan Ketua PW Persis Jawa Barat, KH. Iman S Latif, S.H, melalui rekaman video.

Ke-lima Tokoh Agama Jawa Barat, mengecam tindakan tersebut sebagai sebuah tindakan biadab yang mencederai rasa kemanusiaan seluruh bangsa Indonesia dan dapat merusak upaya kerukunan antar umat beragama yang terus digalakan oleh Pemerintah.

“Saya menghimbau untuk masyarakat jawa barat khususnya dan masyarakat seluruh indonesia,untuk tetap tenang, dan waspada tidak terpancing oleh berita berita yang belum.pasti,saat ini kepolisian sedang menanganinya,Kami MUI Jawa Barat mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makasar Sulawesi Selatan,” ucap Ketua MUI jabar.

Sementara itu, Tokoh Agama Kharismatik Jawa Barat Habib,Umar Bin Husen Bin Umar Asegaf dengan keras mengatakan,

“Ini adalah perbuatan yang sangat menjijikan,dan sangat memalukan, dan yang tidak patut terjadi di bumi pertiwi indonesia yang kita cintai ini, apalagi mengatasnamakan agama, ini perbuatan yang dikutuk oleh agama manapun,” ucapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragana(FKUB) Jawa Barat, Drs.KH. Rafani Achyar, M.Si, dalam kecamannya menuliskan, Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat mengutuk dengan keras tindakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makasar,Sulawesi Selatan,
FKUB Jabar berharap semoga Kepolisian dapat segera mengungkap motif pelaku dan menangkap aktor aktor intelektual di balaik peristiwa tersebut. Kepada seluruh masyarakat kami juga menghimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berita berita Medsos yang tidak jelas kebenarannya, juga tidak ikut membangun opini yang hanya berdasar asumsi pribadi yang malah dapat memperkeruh suasana. Semuanya kita percayakan / serahkan kepada aparat Kepolisian yang sedang menanganinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.