
BN News. Kebumen || Musim kemarau berkepanjangan membuat beberapa wilayah di Kabupaten Kebumen mengalami Kekeringan. Ketua LSM Kalpataru kabupaten Kebumen Muhammad Ikhsan yang juga sebagai Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) serayu bogowonto, yang bergerak di bidang Sumber Daya Air dan Perhutanan, sejak tahun 1985. Akhir-akhir ini dirinya merasa prihatin melihat kondisi kabupaten Kebumen berbanding terbalik 180 derajat. Selasa, 26/09/23
Bertempat di lantai dua Tio Mall, Jl. HM Sarbini No.109, Gunungmujil, Bumirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah H. M. Iksan adakan konferensi pers sekira pukul 13.45 WIB.
Pada kesempatan ini H. M. Iksanudin mengatakan, “Salah satu wujud yang menjadi perhatian kami yaitu Waduk Wadaslintang dan Sempor, dimana kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Selain debit airnya surut, endapan lumpurpun tampaknya sudah mengering layaknya tanah sedimen, “kata H. Muhammad Iksan ketua LSM Kalpataru.
Iksan menjelaskan, “Waduk merupakan sarana yang paling bagus untuk menampung dan menyimpan air. Saya amati sejak tahun 1980an, sebelumnya hamparan Hutan masih bagus dan alami, banyak pohon berdaun lebar seperti pohon jati, gayam, pohon berakar lebat seperti beringin, dan aren akan mampu menampung air sehingga keberlangsungan sumber mata air yang ada di dalam tanah bisa terjaga dan tetap exis. Secara otomatis dimusim kemarau seperti saat ini pun, daerah aliran sungai dan waduk airnya masih bisa dipergunakan untuk mengaliri persawahan, layaknya hutan heterogen, “itu dulu.
“Namun kini kondisinya jauh berbeda. Semenjak adanya penanaman pohon pinus, oleh PT Perhutani, daerah aliran sungai (DAS) hampir semua di kebumen tampaknya mengering bahkan dua waduk dikebumen debit air menurun sangat drastis. Menurut saya, pinus tak bersifat menyimpan air. Akibatnya, krisis air pun melanda desa-desa, yang ironisnya berada di pegunungan yang relatif dekat dengan kawasan hutan, bahkan tanaman pinus dapat dianggap mematikan sumber mata air dalam tanah, “paparnya.
Bila kekeringan melanda di kabupaten Kebumen dan dua waduk pun tidak dapat memenuhi kebutuhan air untuk persediaan makan minum saja kurang, apa lagi untuk tanam padi dipersawahan, ini tanggung jawab siapa, kapan petani dikebumen bisa sejahtera…??
Melalui program KHDPK, Iksan bersama kepala desa dan kelompok tani hutan beserta kelompok lain mengajukan pola perhutanan sosial (PS) ke kementerian kehutanan RI dan kemen KLHK.
Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, kita berharap ini bisa cepat di atasi masalah kekeringan. Sebagai Anggota Tim Koordinasi Pengolahan Sumber Daya Air (TKPSDA) Serayu Bogowonto dan Ketua LSM Kalpataru, kita menyuarakan untuk kepedulian bersama. Berharap kawasan hutan dapat difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air, dan apa yang kita suarakan, kita usulkan bisa cepat diatasi terkait masalah kekeringan, yang berdampak pada kelangkaan pangan dan merosotnya ekonomi petani serta perkebunan, “pungkasnya.
Sejak adanya hutan pinus selama kurun waktu lima tahun, belakangan ini kabupaten banyak bencana tanah longsor di musim hujan tiba dan kebakaran hutan dimusim kemarau.
Kami menghimbau kepada kepala daerah sampai ke kepala desa, kepala dinas dikabupaten kebumen yang menaungi dan yang berkepentingan, marilah kita selaku masyarakat kabupaten Kebumen, jangan merusak lingkungan hutan, saling menjaga ekosistem yang ada, konservasi alam dan kelestarian alam untuk kesejahteraan kehidupan dan meningkatkan perekonomian seluruh rakyat. (Jurnalis : Adiyatama).



















