TNI AL Sikat Penyelundupan 544 Kg Merkuri Senilai Rp1,5 Miliar, Jalur Laut Tak Lagi Aman bagi Pelaku Kejahatan

  • Whatsapp

Sharing is caring!

BN NEWS, Jakarta || TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia. Melalui operasi gabungan yang melibatkan berbagai instansi penegak hukum, Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) III berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 544 kilogram merkuri (air raksa), bahan berbahaya yang kerap digunakan dalam aktivitas ilegal dan berpotensi merusak lingkungan serta mengancam keselamatan masyarakat. Senin (8/6/2026)

Bacaan Lainnya

Keberhasilan ini diumumkan dalam konferensi pers yang dipimpin Komandan Kodaeral III, Laksda TNI Uki Prasetia, di Gedung Serbaguna Makodaeral III, Jakarta Utara, Senin (8/6/2026).

Pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti nyata bahwa jalur laut Indonesia masih menjadi sasaran para pelaku penyelundupan. Namun, dengan pengawasan ketat dan sinergi aparat, upaya memasukkan barang berbahaya ke wilayah Indonesia berhasil dipatahkan sebelum mencapai tujuan.

Dalam operasi itu, tim gabungan mengamankan 42 jerigen berisi merkuri dengan total berat 544 kilogram. Barang berbahaya tersebut diketahui dikirim dari Namlea menggunakan KM Nggapulu menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Nilai barang sitaan diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Selain mencegah kerugian negara, keberhasilan ini juga menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat dari dampak buruk peredaran merkuri yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.

Laksda TNI Uki Prasetia memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur terkait yang telah bekerja cepat, profesional, dan tanpa kompromi dalam menggagalkan aksi penyelundupan tersebut.

“Sinergi yang solid antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Indonesia,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa TNI AL tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan yang mencoba memanfaatkan jalur laut Indonesia untuk menjalankan aktivitas ilegal.

“TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral III akan terus berada di garis depan menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional. Pengawasan serta patroli akan semakin diperketat untuk menutup setiap celah yang dimanfaatkan oleh para pelaku penyelundupan dan kejahatan lintas wilayah,” ujar Laksda Uki.

Keberhasilan operasi ini menjadi peringatan keras bagi jaringan penyelundup bahwa aparat keamanan tidak akan tinggal diam. TNI AL bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat pengawasan laut guna memastikan perairan Indonesia tetap aman dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk peredaran bahan berbahaya yang mengancam keselamatan bangsa. (Warsito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.