Kolaborasi Hijau ke-58 Tegaskan Komitmen Recovery Lahan Eks PMDK di Blok Jengkot 3

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN NEWS, Garut || Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali melaksanakan aksi lingkungan dalam kegiatan Kolaborasi Hijau ke-58 yang digelar di lahan eks PMDK PTPN I Regional II Kebun Cisaruni, tepatnya di Afdeling Cisaruni, Blok Jengkot 3, Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama Komunitas Katana Jimny Brotherland (KANIBAL) Cikajang serta para penggarap lahan eks PMDK di bawah pimpinan Bagja.

Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya setelah melihat langsung kondisi bibit pohon yang ditanam sekitar satu bulan lalu. Ia menyampaikan bahwa bibit-bibit tersebut masih utuh dan tumbuh dengan baik, menjadi bukti nyata adanya perawatan dan penjagaan yang dilakukan oleh para penggarap lahan.

“Kami sangat bangga. Bibit yang ditanam sebulan lalu masih ada dan tumbuh dengan sempurna. Ini menandakan bahwa para penggarap benar-benar merawat dan menjaga tanaman yang telah ditanam. Inilah esensi dari penghijauan, bukan hanya menanam, tapi memastikan pohon itu hidup dan tumbuh,” ungkap H. Jaeni.

Ia juga menambahkan bahwa di lahan eks PMDK tersebut, selain tanaman kopi, hingga saat ini total sekitar 551 bibit kayu telah ditanam. Bibit tersebut terdiri dari Kayu Manis, Manglid, Loa, dan Beringin, yang diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis kawasan sekaligus mendukung pemulihan lahan secara berkelanjutan.

Sementara itu, pak Mistar, Ketua Komunitas KANIBAL Cikajang, yang hadir bersama anggota menegaskan bahwa keterlibatan komunitasnya dalam kegiatan ini sejalan dengan semangat komunitas yang tidak hanya menyalurkan hobi off-road, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami bukan hanya komunitas penikmat jalur off-road, tetapi juga komunitas yang peduli terhadap alam. Kondisi lingkungan saat ini sangat mengkhawatirkan, sehingga kegiatan seperti ini menjadi bagian dari tanggung jawab kami. Kegiatan penghijauan dan sosial juga telah beberapa kali kami lakukan,” ujar Mistar.

Dari sisi penggarap lahan, Kang Bagja menyampaikan komitmennya dalam mendukung program recovery aset/lahan eks PMDK, khususnya di lahan yang ia kelola dan garap. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanaman sangat ditentukan oleh konsistensi dalam pemeliharaan.

“Menanam pohon otomatis harus dilanjutkan dengan pemeliharaan. Dengan perawatan yang baik, bibit dapat tumbuh, membesar, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” tutur Bagja.

Pada kegiatan Kolaborasi Hijau ke-58 ini, Sekretaris Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Cepi Gantina, menjelaskan bahwa selain melakukan penanaman sekitar 31 bibit tambahan jenis Manglid, Loa, dan Beringin, kegiatan hari ini juga difokuskan pada pengecekan dan pemeliharaan tanaman yang telah ditanam sebelumnya.

“Selain menanam, kami juga melakukan pengecekan dan pemeliharaan. Mulai dari pemasangan ajir, pengikatan pohon pada ajir, hingga pembersihan gulma di sekitar tanaman. Ini penting agar tanaman tetap tumbuh optimal dan tidak rusak,” jelas Cepi.

Lebih lanjut, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bersama KANIBAL, para penggarap, bertekad menjadikan Blok Jengkot 3 sebagai blok percontohan program recovery lahan eks PMDK. Tingginya antusiasme para penggarap serta kuatnya kolaborasi lintas komunitas menjadi modal utama dalam mewujudkan pemulihan lahan yang berkelanjutan.

Melalui Kolaborasi Hijau, upaya pemulihan lahan tidak berhenti pada penanaman semata, tetapi menekankan pentingnya perawatan, penjagaan, dan tanggung jawab jangka panjang terhadap lingkungan. (Wawan/CG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.