Menanam Kehidupan, Merawat Masa Depan: Kolaborasi Hijau Garut Apresiasi Langkah Agroforestry Yayasan TEKAD 94

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN NEWS, Garut || Menanam pohon sejatinya bukan sekadar menancapkan batang ke tanah, melainkan menanam harapan, merawat kehidupan, dan menitipkan masa depan bagi generasi yang akan datang. Atas semangat itulah Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut turut menghadiri undangan Kegiatan Penanaman Pohon yang diselenggarakan oleh Yayasan TEKAD 94, dirangkaikan dengan silaturahmi dan bhakti sosial bersama masyarakat Desa Tanjungjaya, pada Sabtu, 31 Januari 2026, mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai, bertempat di Lahan Agroforestry Blok Arjuna 2, Kampung Batu Tumpang, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, dengan partisipasi sekitar ±100 orang.

Kehadiran Kolaborasi Hijau Garut dalam kegiatan ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa upaya menjaga alam tidak dapat berjalan sendiri. Ia harus tumbuh dari kolaborasi, disirami kebersamaan, dan dijaga dengan komitmen lintas komunitas, institusi, serta masyarakat. Penanaman pohon dimaknai bukan hanya sebagai simbol kepedulian, tetapi sebagai ikhtiar sadar untuk memulihkan keseimbangan ekosistem, menjaga kawasan hulu, dan membangun kesadaran kolektif bahwa alam yang lestari adalah fondasi kehidupan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Yayasan TEKAD 94 yang terdiri dari tokoh-tokoh TNI dan Kementerian Pertahanan, di antaranya Sekjen Kemhan Letjen TNI Budi Utomo, S.E., Waka Bais TNI Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto, Danpuspomad Mayjend TNI Eka Wijaya Permana, Mayjend TNI Arif Hartoto, Patisus Kasad Brigjen TNI Jamroni, serta Kapok Sahli Kostrad Brigjen TNI Hamim Tohari, bersama para perwira tinggi dan menengah lainnya, unsur Kemhan, komunitas moge, serta jajaran pendukung kegiatan.

Turut hadir unsur Forkopimda dan tokoh daerah, di antaranya Dandim 0611/Garut Letkol Inf. Andik Fahrizal, Dandenpom III/2 Garut Letkol CPM Harmaji, S.H., Danramil 1116 Cikajang Kapten Inf. Cacu Ruswandi, Kapolsek Banjarwangi Ipda Ipar S, Camat Banjarwangi Asep Harsono, Manajer PTPN 1 Regional 2 Adi Sukmawadi, Kepala Desa Tanjungjaya Hedi, pengusaha Garut H. Dudung Sudiana, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tanjungjaya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan rombongan TEKAD 94 pada pukul 10.30 WIB. Acara resmi dimulai pukul 11.00 WIB dengan pembukaan dan sambutan Dansatgas Brigjen TNI Hamim Tohari, dilanjutkan dengan penyerahan tali asih dan bantuan beras kepada perwakilan masyarakat Desa Tanjungjaya oleh Ketua TEKAD 94 Mayjend TNI Eka Wijaya Permana bersama Mayjend TNI Arif Hartoto. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan perwakilan masyarakat, sambutan Ketua TEKAD 94, pembacaan doa, serta aksi penanaman pohon secara bersama-sama.

Aksi penanaman pohon ini menjadi pengingat bahwa hubungan manusia dengan alam harus dibangun atas dasar tanggung jawab dan keberlanjutan. Setiap pohon yang ditanam adalah janji untuk menjaga air, tanah, dan udara, sekaligus simbol harapan agar kehidupan tetap tumbuh seimbang di tengah tantangan zaman.

Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan TEKAD 94 atas konsistensi dan kesungguhannya dalam melakukan perbaikan lingkungan melalui pendekatan agroforestry. Model ini dipandang bijak dan visioner, karena tidak hanya memulihkan fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomis yang dapat menopang kesejahteraan masyarakat sekitar. Di sinilah pelestarian alam dan keberlangsungan hidup manusia bertemu dalam harmoni.

Kolaborasi Hijau Garut menegaskan komitmennya untuk terus hadir, berjalan bersama, dan bersinergi dalam setiap gerakan penghijauan dan pemulihan lingkungan di Kabupaten Garut dan sekitarnya. Sebab menjaga alam bukan pekerjaan sehari, melainkan perjalanan panjang yang harus dilakukan dengan ketulusan dan kebersamaan.

Kegiatan penanaman pohon berakhir sekitar pukul 12.20 WIB dan rombongan TEKAD 94 selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Mako Yonif 303/SSM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Tanjungjaya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika komunitas, institusi negara, dan masyarakat bergandeng tangan, harapan akan masa depan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan bukanlah sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang sedang dan terus diperjuangkan bersama. (Cepi Gantina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.