12 Rumah Ludes Terbakar di Cipanas Cianjur, Diduga Dipicu Ledakan Gas LPG

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. Cianjur || Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kampung Pasekon, RT 03/RW 17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2026) pagi. Sedikitnya 12 rumah warga hangus dilalap si jago merah, diduga akibat ledakan tabung gas LPG.

Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Kerugian materi diperkirakan mencapai lebih dari Rp2,5 miliar.

Berdasarkan laporan petugas, kebakaran dilaporkan pada pukul 05.17 WIB. Tim pemadam kebakaran yang tiba lima menit kemudian mendapati api sudah membesar dan dengan cepat merambat ke bangunan lain.

Padatnya permukiman serta material bangunan yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih empat jam, hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB setelah dilakukan proses pendinginan.

Sempat Terdengar Ledakan
Sejumlah warga mengaku mendengar suara ledakan sebelum api membesar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh kebocoran gas dari salah satu rumah warga.

“Awalnya terdengar dua kali ledakan. Saat saya keluar, api sudah tinggi. Tidak ada yang bisa diselamatkan,” ujar Dili, salah satu korban yang kehilangan rumahnya.

Warga lainnya, Ida, juga mengalami kerugian besar. Selain kehilangan seluruh harta benda, suaminya mengalami luka akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.

21 Kepala Keluarga Terdampak
Data sementara mencatat sebanyak 21 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini, dengan luas area terbakar mencapai sekitar 300 meter persegi.

Sebanyak 25 personel Damkar dikerahkan, dibantu relawan, TNI-Polri, Tagana, serta tenaga medis. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun beberapa warga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Dua korban, yakni Nci (60) dan Mamat (63), dilaporkan menjalani perawatan di RS Cimacan.

Kanit Damkar Cipanas, Yanto Hermanto, menyampaikan bahwa fokus utama petugas saat kejadian adalah menyelamatkan warga.
“Api sudah sangat besar, sehingga banyak bangunan tidak bisa diselamatkan. Prioritas kami evakuasi warga terlebih dahulu,” ujarnya.

Saat ini, para korban untuk sementara direlokasi ke Masjid Al-Huda dan mendapat bantuan logistik darurat.
Pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian dan kebutuhan para korban.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan gas LPG, termasuk rutin memeriksa selang dan regulator guna mencegah kejadian serupa.

(Jurnalis : Warsito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.