Maut di Jalur Puncak: Pasutri Pemudik Terseret Banjir, Hilang di Gorong-gorong hingga Ditemukan 35 Km dari Lokasi

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. Cianjur || Senin, 30 Maret 2026.Tragedi maut di jalur arus balik Lebaran mengguncang kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sepasang suami istri (pasutri) pemudik asal Sumedang tewas setelah terseret derasnya banjir luapan drainase hingga masuk ke gorong-gorong di pinggir jalan nasional.

Korban diketahui bernama Tubagus Suharyana (57) dan istrinya, Sri Vebrianti (45).

Detik-detik Mencekam

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 18.10 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cipanas.

Saat itu, korban tengah dalam perjalanan arus balik menuju Sumedang usai bersilaturahmi dari Bogor. Nahas, ketika mencoba mendahului kendaraan di tengah genangan air, sepeda motor yang mereka kendarai diduga kehilangan kendali.

Dalam hitungan detik, motor terjatuh dan kedua korban langsung terseret arus deras hingga masuk ke saluran drainase tanpa penutup di sisi jalan.

Kejadian itu sontak memicu kepanikan warga dan pengendara. Laporan segera diteruskan ke Pos Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya Polres Cianjur.

Terseret Hingga Puluhan Kilometer

Saat petugas tiba di lokasi, hanya sepeda motor korban yang ditemukan tersangkut di saluran air. Pencarian intensif langsung dilakukan tim gabungan bersama unsur SAR.

Sekitar pukul 20.30 WIB, korban pertama ditemukan. Jasad pria ditemukan tersangkut di saluran irigasi Kampung Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon—sekitar 30 kilometer dari titik awal kejadian.

Hasil identifikasi INAFIS di RSUD Sayang Cianjur memastikan korban adalah Tubagus Suharyana.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Senin (30/3/2026), jasad korban kedua ditemukan mengambang di kawasan Bendungan Cirata, Kampung Gelar, Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon, berjarak sekitar 35 kilometer dari lokasi awal.

Identifikasi memastikan jasad tersebut adalah Sri Vebrianti.

Duka di Ujung Perjalanan

Setelah proses identifikasi, kedua jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman mereka di Sumedang.

Peristiwa tragis ini menjadi peringatan keras bagi para pemudik agar lebih waspada saat melintas di tengah cuaca ekstrem, terutama di jalur rawan genangan dan saluran air terbuka.

(Jurnalis : Warsito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.