Maya, Warga Desa Langkapjaya-Lengkong Pengidap HNP, Berharap Kepedulian Dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Sukabumi (BNNews) – Saraf terjepit pada tubuh merupakan kondisi yang berbahaya yang disebabkan oleh menyempitnya ruang atau rongga yang dilalui saraf atau sekelompok saraf. Jika tidak mendapat penanganan tepat, maka bisa berakibat fatal. Bahkan, pasien dapat mengalami kelumpuhan hingga meninggal dunia.

Saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP) bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti usia tua, kegemukan, otot yang lemah (karena jarang olahraga), gerakan tertentu, dan mengangkat beban berat.

Seperti yang sekarang diderita oleh Maya (30) warga Kampung Joglo RT 002 RW 001 Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Maya sudah hampir 1,4 tahun hanya bisa terbaring lemah diakibatkan  Herniated Nucleus Pulposus (HNP).

Seperti yang diutarakan oleh Eman, orang tua kandung Maya kepada redaksi belanegaranews.com. Eman menceritakan bahwa kondisi Maya saat ini sudah sangat memprihatinkan, penyakit yang dideritanya sudah sangat parah, sehingga butuh penanganan medis secara serius.

Semetara itu ayah tiri Maya, Sulaeman menuturkan awal gejalanya adalah  keluhan di bagian lumbal (pinggang) terasa sakit, awalnya dikira nyeri punggung biasa, itu dikarenakan sering bekerja dan mengangkat beban yang berat.

“Awalnya anak saya mengira itu hal yang biasa. Saya pun beranggapan seperti itu, tetapi setelah beberapa bulan kedepan, sakit di pinggang dan punggung semakin sering, dan berat badan semakin hari semakin menurun, karena itu anak saya langsung dilarikan ke IGD RSUD Jampang Kulon, didampingi oleh Kaur Kesra Desa Langkapjaya Kurniawan Jambari, untuk dilakukan pemeriksaan dan Radiologi, akan tetapi pihak dokter tidak memberitahukan penyakit anak saya secara rinci,  dan dokter yang menangani anak saya hanya menyampaikan tindakan yang harus diambil adalah dengan therapy, oleh karena itu anak saya bawa pulang kembali,” tuturnya lagi.

“Saya sangat berharap bantuan donasi dana dan doa dari bapak/ibu semua, dan berharap kepedulian pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut saya butuhkan untuk bisa menolong anak saya, baik dalam obat dan segala penangannya, saya ingin sekali merawat dan mengobati anak saya ke rumah sakit yang bisa menangani penyakit tersebut tetapi butuh uang yang cukup, saya hanya bisa berharap bantuan untuk kesembuhan anak saya,” pungkasnya. (Asep Suparman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar