Cinta Budaya Ditunjukkan Oleh Generasi Muda Lumbir Dalam Penutupan TMMD

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. Banyumas || Tari Kolosal dibawah asuhan Sutomo, S.Pd., M.Pd, Kepala Sekolah SMP N 1 Lumbir, dengan panata tari Endah Sugiprihatin, S.Pd., yang didukung oleh Dinas Pariwisata dan olahraga Kabupaten Banyumas tampil menghibur masyarakat, prajurit dan tamu undangan dalam acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-117 yang digelar dilapangan Desa Lumbir Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Kamis (10/08/2023).

Tari Kolosal minta hujan dengan diiringi musik gending Banyumasan yang dibawakan pelajar dari SMP Negeri 1 Lumbir bernama tari ketiga menggambarkan suasana kekeringan yang berakhir dengan kita mengadakan suatu permohonan dengan doa-doa, ritual dan tari-tarian khas daerah Lumbir, tampil memukau dan berhasil menghibur masyarakat serta tamu undangan. Bahkan, Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Czi M. Andy Kusuma, S.Sos., M.M, M.Han., beserta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Banyumas beberapa kali memberikan aplaus.

Dengan penuh semangat, pelajar SMP N 1 Lumbir membentuk barisan melakukan tarian kolosal yang menceritakan, air merupakan sumber kehidupan, ketika hujan tidak juga kunjung datang dalam waktu yang lama, maka terjadilah bencana kekeringan namun banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi bencana kekeringan tersebut, dengan diiringi musik kentongan Banyumasan. Mereka tampak kompak dan gembira selama pementasan berlangsung.

Komandan Kodim 0701/Banyumas, Letkol Arm Ida Bagus Adi Purnama, S.T. M. Han mengemukakan, bahwa dirinya sengaja menghadirkan dan menampilkan hiburan Tari Kolosal dihadapan seluruh tamu undangan dan prajurit TNI mengingat Kabupaten Banyumas memiliki potensi seni yang tidak kalah dengan daerah lain.

Karena ini adalah potensi, maka sengaja saya hadirkan dalam upacara penutupan TMMD Reguler ke-117 Kodim 0701/Banyumas dan ternyata penampilan Tari kolosal ini benar-benar mampu menarik dan menghibur ribuan lebih peserta upacara dan masyarakat sekitar berbondong-bondong mengelilingi lapangan bola untuk menyaksikan penampilan tari kolosal tersebut.

Pada akhir tarian tersebut, para tamu undangan juga diajak untuk ikut menari bersama yang menceritakan kehidupan masyarakat Kabupaten Banyumas yang semangat dalam bekerja, ungkapan kebersamaan, persaudaraan dan solidaritas dalam membangun nusantara. Pungkasnya. (Sumber : Pendim 0701/Banyumas//Jurnalis : Warto).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.