Reses Ke 2 Anggota DPRD Propinsi, Saiful Hadi Diwarnai Kericuhan Kader Partainya

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Reporter    : Adiyatama

Kebumen ~ Jawa Tengah

BN News || Kebumen~

Kepemimpinan Publik yang buruk sama saja dengan tidak ada kepemimpinan, lalu Kekuasaan bersumber dari kepercayaan, penghormatan, keteladanan dan kewibawaan yang Mampu mendefinisikan suatu masalah, dapat memberikan alternatif dan solusi, sebagai perlindungan bagi masyarakat dan harus mampu menyelesaikan konflik, serta membentuk/memelihara Norma dan moralitas.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Kebumen lakukan Reses masa persidangan ke dua di Gedung Sekretariat Jl Sarbini kec Kebumen kabupaten Kebumen. Sabtu,12/02/22.

 

Dihadiri oleh Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto, S.H., Wakil Bupati Kebumen Hj. Ristawati P, S.ST.M.M., Ketua DPC PDI-P kabupaten Kebumen Saiful Hadi, S.I.Kom, selaku anggota DPRD Propinsi, Ketua DPRD kabupaten Kebumen H. Sarimun, S.Sy. beserta struktural partai dan kader yang lainnya ± 95 orang.

Usai sambutan dari Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto, S.H dan berpamitan meninggalkan Gedung DPC PDI-P Kabupaten Kebumen, sekira pukul 17.05 WIB.

Disela-sela pelaksanakan acara reses, beberapa kader mempertanyakan perihal adanya anggaran pelaksanaan pilbup tahun 2020, senilai ± 3 M pemberian dari Paslon Tunggal, hal tersebut menuai gejolak. Diduga ketua DPC PDI-P Kab Kebumen Saiful Hadi, kurang adanya ketransparansian soal anggaran keuangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Nuryanto  selaku kader di internal PDI-P Kebumen dari tahun 96.

Untuk menegakan keadilan secara demokratis, dan partisipasi publik, untuk mempertanggung jawabkan LPJ secara hitam diatas putih, anggaran tersebut, senilai Rp 2,6 M, masih tersisa sekitar 1 M,  dana tersebut belum diketahui secara jelas penggunaannya dan belum diketahui LPJnya, menurutnya uang dipegang oleh H Tongat selaku bendahara dua, artinya sampai saat ini belum ada laporan pertanggungjawaban secara tertulis dan terbuka, kami punya bukti-bukti riel berupa kwitansi dan berkas lainnya serta saksi-saksi,”ungkap Nuryanto.

Lebih lanjut, Arif hidayat (REPDEM) mengungkapkan kekecewaan dan kekesalannya terhadap perilaku Saiful Hadi sebagai ketua DPC PDI-P Kebumen yang tidak mau jujur, transparan dan konsisten, didepan anggotanya usai reses, sehingga berdampak kericuhan. 3 poin pertanyaan tersebut disampaikan, di antaranya (1) terkait sisa anggaran pilkada kemaren, (2) Terkait bansos sembako. Saiful Hadi seakan-akan terkesan nada tinggi dan marah, anda siapa dari pengurus apa bukan, mana yang dari pengurusnya. “Uang yang kita terima senilai 2,6 M, sisanya waktu itu masih ada sekitar 1 M masih di atas dan belum kita terima,”katanya.

Sembari turun dan meninggalkan podium, dengan berdesak-desakan. Kericuhan, kemarahan, saling dorong dan perdebatan, saling merasa benar, disertai adu mulut ± 40 menit, tanpa solusi terbaik dan jawaban secara langsung kericuhan terjadi sekira pukul 17.05 s /d 17.45 WIB.

Tatag S”  selaku Anggota DPRD Kebumen yang juga dari Fraksi PDI-P, selang beberapa menit berusaha meredam suasana, aksi tersebut hingga usai dan tarik mundur keluar gedung sekira pukul 18.10 WIB.

Nuryanto berharap kepada Ketua DPC PDI-P kebumen untuk segera dan secepatnya memberikan jawaban secara pasti agar tidak menimbulkan kecurigaan, dan apabila terjadi penyimpangan / penyelewengan anggaran, maka kami akan segera mengadukan dan melaporkan kepada Dewan Kehormatan Partai, DPD dan DPP, serta APH untuk secepatnya ditindak sesuai hukum yang berlaku di NKRI,”Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.