Dukung Program Ketahanan Pangan, Forkopimda Tanam Cabai Merah Di Demplot Kodim 0736/Batang

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. Batang || Kodim 0736/Batang bersama unsur Forkopimda kembali menggencarkan program penanaman tanaman pangan dengan masa tanam yang cukup singkat, yakni cabai.

Dipilihnya tanaman tersebut, karena apabila terjadi kenaikan harga dampaknya akan mempengaruhi inflasi yang cukup tinggi.

Dandim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman menyampaikan, penanaman sayuran jenis cabai ini sesuai hasil diskusi bersama Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki karena dapat membantu menurunkan angka inflasi.

“Penanaman cabai dilakukan di dua wilayah dengan total luas lahan 9 ribu meter persegi,” terangnya, usai melakukan penanaman cabai, di lahan demplot Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Kamis (22/12/2022).

Sesuai arahan dari Komandan Korem 071/Wijayakusuma, untuk menyukseskan program ketahanan pangan, perlu menerapkan teori penta helix yang melibatkan beberapa unsur.

“Di dalamnya ada unsur pemerintah, pengusaha, akademisi, masyarakat dan media, diharapkan bisa bahu-membahu, supaya tanaman cabai bisa bermanfaat bagi masyarakat,” imbaunya.

Ia menambahkan, hasil panen nanti akan didistribusikan ke pasar-pasar tradisional.

“Harga jualnya pasti di bawah harga pasar. Tapi tetap kami akan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat, contoh ketika panen harganya Rp100 ribu, tapi pemerintah bilang Rp90 ribu, otomatis kami menyesuaikan,” tegasnya.

Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, program ini dilakukan untuk menstabilkan perekonomian, terutama menurunkan angka inflasi daerah.

“Semoga penanaman ini sukses, bisa bermanfaat bagi semua pihak, terutama masyarakat, serta penanganan inflasi di Kabupaten Batang,” harapnya.

Ia menegaskan, penanaman tanaman pangan cepat panen, telah dilakukan Forkopimda dengan beragam jenis sayuran.

“Kami sudah berkali-kali melakukan penanaman di beberapa lokasi, seperti jagung, cabai, kedelai edamame dan lainnya,” bebernya.

Sementara Kepala Desa Rowobelang, Dulsipur mengutarakan, hasilnya nanti selain didistribusikan ke pasar tradisional , juga akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, sehingga kemanfaatannya lebih terasa.

“Kalau pun akan dijual ke pasar tradisional, tetap menyesuaikan harga pasaran. Diperkirakan cabai baru bisa dipanen 4 bulan ke depan atau sekitar bulan April,” terangnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat dan dukungan Pemda terhadap program ketahanan pangan.

(Warto//Pendim 0736/Batang).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.