MGMP PAI, Pembelajaran Berdiferensiasi adalah Keniscayaan

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. BANYUMAS || Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMA Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan pertemuan rutin yang digelar di SMA Negeri 1 Ajibarang. Kegiatan mengambil tema Pembelajaran dan Asesmen pada Kurikulum Merdeka serta diseminasi pelaksanaan Diklat PTK digelar pada Senin (27/2) yang dihadiri oleh Pengawas PAI SMA/SMK Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Kepala SMA Negeri 1 Ajibarang, Pengurus dan Anggota MGMP PAI SMA se Kabupaten Banyumas.

Kepala SMA Negeri 1 Ajibarang Saidan, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan, “Kami mengapresiasi kegiatan MGMP PAI SMA Kabupaten Banyumas yang alhamdulillah dapat diselenggarakan di Sekolah kami. Sebagai Guru PAI tentu memiliki peran yang sangat vital, guru PAI hadir di tengah-tengah peserta didik dan juga masyarakat tentu harus dapat menjadi sosok panutan dan teladan kehidupan. Oleh karenanya kami titip semoga Guru PAI senantiasa menjadi teladan dan pelopor termasuk dalam pembelajaran. Pembelajaran yang berinteraksi dengan peserta didik yang senantiasa menggunakan perasaan jiwa dan tanggung jawab”, jelasnya.

Lebih lanjut Saidan menyampaikan, “Pembelajaran yang berkaca kepada deferensiasi atau bahasa mudahnya kita memahami bahwa pemahaman peserta didik itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda ini adalah keniscayaan. Guru PAI tentu memiliki peran yang sangat strategis dalam mengimplementasikan pembelajaran tersebut. Sehingga diharapkan kedepan peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, tercipta generasi hebat yang tidak sombong, selalu disiplin, memiliki sopan santun dan tidak bersikap hedonis”, paparnya.

Sementara Hj. Siti Nurhidayati, M.Pd selaku Pengawas PAI sekaligus narasumber kegiatan menyampaikan, “Pembelajaran berdiferensiasi merupakan proses belajar mengajar dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing”, jelasnya.

“Dalam pembelajaran berdiferensiasi empat aspek yang ada dalam kendali atau kontrol guru adalah Konten, Proses, Produk, dan Lingkungan atau Iklim Belajar di kelas. Guru dapat menentukan bagaimana empat aspek ini akan dilaksanakan di dalam pembelajaran di kelas. Guru mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk mengubah konten, proses, produk, dan lingkungan dan iklim belajar di kelasnya masing-masing sesuai dengan profil peserta didik yang ada di kelasnya”, tegas Inung sapaan akrabnya.

Sebelumnya Ketua MGMP PAI SMA Kabupaten Banyumas Dudiyono, M.Pd.I. kepada awak media Selasa (28/02/2023) pagi melalui jaringan telpon menyampaikan, “Alhamdulillah acara ini dapat berjalan dengan baik, meski mekanisme pelaksanaan MGMP sekarang ada yang berbeda namun tidak mengurangi antusias kawan-kawan Guru PAI untuk hadir mengikuti kegiatan MGMP. MGMP PAI menjadi wadah yang sangat penting bagi Guru PAI untuk bersama-sama mengembangkan diri agar memiliki wawasan dan pemahaman terkait dengan persoalan-persoalan pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan terutama mata pelajaran PAI. Semoga MGMP kali ini melalui materi yang disampaikan oleh narasumber dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua sehingga dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing guna peningkatan mutu pembelajaran, khususnya terkait pembelajaran berdiferensiasi”, pungkasnya. (Kontributor : DU/Djarmanto-YF2DOI//Rep : Warto).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.