Warga Gg. Dukuh Keluhkan Pagar Beton Tetap di Pasang Oleh Pengembang, Tidak Mengindahkan Arahan dari Kecamatan

  • Whatsapp

Sharing is caring!

BN News. Babakan Madang || Pengembang Perumahan Sentul Alaya tidak mengindahkan arahan dari Kecamatan Babakan Madang untuk ditangguhkan dulu akan kegiatan pasang pagar beton sebelum ada sosialisasi dan pengukuran bersama terkait batas-batasnya, pengembang tetap pasang pagar beton, Jumat, (8/4/2023).

Pemasangan pagar beton oleh pengembang yang dimulai sejak Rabu, (5/4) dikeluhkan oleh warga Gg. Dukuh, dimana sebelumnya pada Senin, (27/3) pihak dari Kecamatan Babakan Madang yang diwakilkan oleh Kasi Pemerintahan Bpk. Wahyudin didampingi Satpol PP yang datang ke lokasi saat pihak pengembang akan melakukan pemasangan pagar beton, di lokasi pihak Kecamatan menyampaikan arahannya dihadapan Pengembang, Warga dan Kadus Cijayanti, “Sebelum pemagaran sebaiknya pemberitahuan dulu ke Desa, disosialisasikan dulu ke warga jangan mendadak. Sementara arahan dari kami pemagaran ditangguhkan dulu sampaikan ke Direksi, buat surat dulu dari PT kaitan rencana survey dan pemagaran mana batasnya kita ukur dulu” yang dikatakan oleh Wahyudin Kasi Pemerintahan Kecamatan Babakan Madang, (Keterangan dari warga).

Namun tanpa mengindahkan arahan dari Kecamatan pada Rabu, (5/4) sekitar sore jam 16:00 WIB pengembang memulai pemasangan pagar beton di lokasi jalan yang sedang di tuntut warga. Bahkan saat melaksanakan kegiatan pemasangan pagar beton di dampingi oleh Legal Perusahaan dan dua personil Brimob, warga pun tidak berdaya untuk melakukan penolakan atau memohon tidak dulu di pasang pagar betonnya agar ada kejelasan dulu sesuai arahan dari Kecamatan.

Ada sekitar 35 KK yang tinggal di wilayah tersebut, sejak bulan Februari 2023 jalan akses warga yang dulu sudah di tutup, dan kini jalan yang dialihkan masih belum selesai dibangun dan belum tembus ke perkampungan warga, hal inilah yang membuat para warga keluhkan, sesalkan serta membuat resah dan gelisah. Dan membuat warga menjadi takut akan tidak punya akses jalan lagi.

Saat awak media menemui salah satu warga menyampaikan keterangannya saat bertemu dengan pihak Legal pengembang perumahan sentul alaya yang mendampingi pemasangan pagar, bahwa pihak pengembang pasang pagar ini atas dasar tanah milik pengembang dan ada salah dari awal waktu pengerjaan ini. Pengembang bisa buktikan data-datanya, dan merasa keberatan kepada warga membawa wartawan, membawa camat mau jadi apa, mau jadi jagoan yang dikatakan oleh Legal yang mendampingi pemasangan pagar saat itu di depan warga.

Dan warga menyesalkan pihak pengembang tidak ikuti arahan dari pihak kecamatan dan pemerintah desa juga tidak ada respon atas kejadian ini.

“Kami warga ingin secepatnya bisa lagi lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat,” Harapan Asri salah seorang warga Gg. Dukuh.

Bertahun-tahun warga Kp. Cimanggurang RT 04 RW 02, Gang Dukuh, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang memiliki jalan akses keluar masuk kampung yang nyaman, aman dan sudah dicor dari hasil swadaya masyarakat, jalan tersebut bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat, pada bulan Februari 2023 jalan tersebut diklaim sudah menjadi milik pengembang perumahan Sentul Alaya dan dilakukan penutupan jalan tersebut dengan pagar beton arcon, karena akan digunakan untuk pembangunan perumahan, sehingga warga kehilangan akses jalannya masuk keluar ke perkampungannya.

Atas penutupan itu warga pada kebingungan dan amat disesalkan tidak ada informasi dan sosialisasi sebelumnya dari pihak Pemerintah Desa dan pihak Pengembang, hanya pemberitahuan tentang pelaksanaan penutupan dari pengembang. Sejak kejadian tersebut masyarakat bersatu untuk bisa memperjuangkan mendapatkan kembali jalan akses keluar masuk kampungnya yang layak dan aman seperti sebelumnya. Jalan pengalihan yang ada masih berbentuk tanah dan berbatu dan belum ada penerangan jalan, sehingga sangat rawan apalagi di malam hari jalan tersebut gelap sekali, untuk tembus ke perkampungan pun warga keluar masuk kampung harus melalui tanah seorang warga dan melalui jembatan kayu yang cukup untuk sepeda motor dan pejalan kaki. Ada dua warga yang memiliki mobil tidak bisa keluar, mobil tersebut hanya parkir di garasinya sejak penutupan jalan dilakukan hingga sekarang.

Warga berharap bisa cepat sèlesai masalah ini dan warga sudah punya jalan baru yang layak, aman, nyaman dan ada penerangan jalannya, serta sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. (Jurnalis : Suyatno).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.