
BN News. Pemalang || Danramil 04/Comal Kodim 0711/Pemalang Mayor Inf Sodikin menghadiri kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang diselenggarakan oleh Polres Pemalang, bertempat di Halaman Mapolres Pemalang, Jalan Jenderal Sudirman Timur No. 25, Kelurahan Wanarejan Selatan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Senin (2/2/2026).
Kegiatan apel gelar pasukan tersebut mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.” Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo, S.I.K., M.K.P., dengan Komandan Apel Ipda Slamet Satrio, S.H. (KBO Satlantas Polres Pemalang). Amanat pimpinan dibacakan oleh Kompol Eddy Purnama Lilah, S.H., M.H. (Wakapolres Pemalang).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakapolres Pemalang Kompol Eddy Purnama Lilah, S.H., M.H., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pemalang Drs. Tutuko Raharjo, M.Si., Danramil 04/Comal Mayor Inf Sodikin, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Pemalang Stirman Eka Priya Samudra, S.H., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pemalang Agus Tikus Yudi Setiawan, S.H., M.H., Kadishub Kabupaten Pemalang Heru Weweg Sembodo, S.Sos., M.AP., para PJU Polres Pemalang, serta seluruh peserta apel.
Adapun susunan pasukan apel terdiri dari 1 SST Perwira Polres Pemalang, 1 SST Anggota Kodim 0711/Pemalang, 1 SST Satlantas Polres Pemalang, 1 SST Dalmas Polres Pemalang, 1 SST Sat Intelkam Polres Pemalang, serta 1 SST Anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang.
Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakan oleh Wakapolres Pemalang, disampaikan bahwa permasalahan lalu lintas terus berkembang secara dinamis seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan populasi penduduk. Perkembangan era digital turut membawa perubahan dalam sektor transportasi, sehingga Polri, khususnya Satuan Lalu Lintas, dituntut untuk terus berinovasi dengan mengedepankan pendekatan presisi (prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan).
Lebih lanjut disampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memastikan sinergi dan koordinasi antarinstansi guna mendukung keberhasilan Operasi Keselamatan Candi 2026, yang akan dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini melibatkan 3.592 personel, terdiri dari 279 personel Satgas Polda dan 3.313 personel dari satuan wilayah jajaran, dengan sasaran utama pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Berdasarkan data, jumlah pelanggaran lalu lintas di Jawa Tengah pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 25% dibandingkan tahun 2024. Meskipun demikian, Kapolda menekankan perlunya upaya yang lebih intensif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Dalam operasi ini, penindakan akan dilakukan melalui ETLE statis dan mobile, serta teguran terhadap berbagai bentuk pelanggaran, seperti tidak memakai helm SNI, penggunaan knalpot tidak standar, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, parkir sembarangan, hingga balap liar”, tambahnya
Kapolda juga berpesan agar seluruh personel yang terlibat senantiasa mengedepankan pelayanan yang humanis, sopan, dan profesional, menjalin sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait, serta menghindari tindakan kontraproduktif yang dapat mencoreng citra Polri.
Mengakhiri amanatnya, Kapolda Jawa Tengah secara resmi menyatakan Operasi Keselamatan Candi 2026 dimulai, seraya berharap operasi ini dapat menjadi momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas demi terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman di wilayah Jawa Tengah. (Sumber Pendim 0711/Pemalang//Warto).



















