Tujuh Desa di Cianjur Dilanda Banjir, Air Sempat Capai 1 Meter

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. Cianjur || Senin, 6 April 2026, pukul 02.30 WIB — Banjir melanda sedikitnya tujuh desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (5/4/2026) sore hingga malam. Luapan sungai dan buruknya sistem drainase menyebabkan air dengan cepat merendam permukiman warga.

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya, ketinggian air hanya sekitar 10 sentimeter, namun terus meningkat hingga mencapai satu meter di sejumlah titik.

“Sore sudah hujan, tapi mulai banjir sekitar jam 8 malam. Bahkan sempat sampai satu meter,” ujar Alawi (30), warga Desa Peuteuyconding, Kecamatan Cibeber.

Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga merusak fasilitas pendidikan. Sebuah madrasah dilaporkan jebol pada bagian lantai akibat derasnya arus air.

“Tempat ngaji anak-anak rusak, lantainya jebol. Barang-barang semuanya terendam,” katanya.

Genangan air juga sempat melumpuhkan akses utama Cianjur–Cibeber. Tingginya air membuat kendaraan tidak dapat melintas, sehingga aktivitas warga terganggu.

Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menyebutkan enam desa di wilayahnya terdampak banjir dengan puluhan rumah terendam. Hingga kini, pendataan masih terus dilakukan oleh petugas.

“Untuk sementara ada enam desa terdampak. Puluhan rumah dan jalan terendam, data masih kami perbarui,” ujarnya.

Saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut. Genangan di ruas jalan utama telah hilang, sedangkan di permukiman warga tersisa air kurang dari 10 sentimeter.

“Warga sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan,” kata Ardian.

Meski air telah surut, warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan jika hujan kembali turun. Selain itu, ancaman hewan liar seperti ular dan biawak juga meningkat pascabanjir.

“Pastikan instalasi listrik aman sebelum digunakan kembali untuk menghindari bahaya tersengat listrik,” tegasnya.

Sementara itu, di Kecamatan Cilaku, banjir dilaporkan hanya terjadi di satu desa, yakni Desa Sukasari. Sebanyak 30 rumah terdampak, namun tidak ada korban jiwa.

“Air sudah mulai surut, warga kini fokus membersihkan rumah masing-masing,” ujar Kapolsek Cilaku, AKP Isep.

(Jurnalis : Warsito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.