
BN NEWS, Garut || Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali naik ke Blok Gunung Congkrang, Lahan HGU PTPN 1 Regional 2 Kebun Cisarun, di Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Cikajang Garut, dalam aksi ke-66 dengan membawa satu pesan kuat: “Merawat Alam, Merawat Kehidupan.”
Aksi kali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan penegasan bahwa komitmen terhadap alam tidak boleh terhenti. Dalam kegiatan tersebut, para pengurus fokus pada pemeliharaan tanaman sekaligus melakukan penanaman baru berupa dua pohon beringin, pohon liat, serta berbagai jenis tanaman buah-buahan.
Di tengah hamparan lahan yang mulai kembali hijau, langkah para relawan menjadi bukti bahwa perubahan tidak lahir dari wacana, tetapi dari aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.
Kegiatan Kolaborasi Hijau ke-66 ini dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, bersama Sekretaris Paguyuban Cepi Gantian dan jajaran pengurus lainnya yang tetap solid menjaga semangat gerakan.
Menurut H. Jaeni, merawat alam adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan kepedulian bersama.
“Alam tidak cukup hanya ditanami, tetapi harus dirawat secara berkelanjutan. Dari sinilah kehidupan itu tumbuh. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan,” ujarnya.
Penanaman pohon beringin sebagai simbol keteduhan dan kekuatan, serta pohon hutan dan buah-buahan sebagai penunjang ekosistem, menjadi langkah strategis dalam membangun keseimbangan alam di kawasan Gunung Congkrang.
Melalui aksi ini, Kolaborasi Hijau tidak hanya menghadirkan gerakan penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
Dari Gunung Congkrang, pesan itu kembali ditegaskan: saat kita merawat alam, sesungguhnya kita sedang merawat kehidupan. (Cepi Gantina)



















