Ratusan Guru MI Dibina Pembelajaran Digital

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. Cianjur – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI)dan Kelompok Kerja Guru(KKG) Kecamatan Cianjur Kota menggelar kegiatan pembinaan guru mengenai digitalisasi . Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pondok Zen Amanah.

Kegiatan tersebut menjadi upaya KKMI dan KKG Kecamatan Cianjur Kota dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada seluruh guru- guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ada diwilyah Cianjur Kota tentang digital.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sembilan sekolah MI yang diwilayah kerja KKMI Kecamatan Cianjur Kota diantaranya adalah MIS Al Bidayah, MIS Assasul Islam, MIS Al Kautsar, MIS Persis, MIS Gedong Asem, MIS Persis , MIS Al Falah, MIS Sirojul Awam, MIS Islamiyah Sayang dan MIS Al Khoeriyah.

Kegiatan salah satu target pertama KKMI dalam memberikan pembekalan ilmu dan wawasan digital kepada guru. Mengingat saat ini zaman teknologi canggih, sehingga sekolah pun harus menyesuaikan pembelajaran terbaru sesuai tuntutan zaman.

Ketua KKMI Kecamatan Cianjur Kota, Sen Ali Farsah menuturkan, saat ini sekolah dituntut untuk melek terhadap dunia digital. Agar siswa mendapatkan pembelajaran secara asyik dan menyenangkan disekolah. Salah satunya yakni pembelajaran Koding .

Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
merupakan respons terhadap tuntutan zaman, di mana peserta didik perlu dibekali dengan keterampilan abad ke-21,misalkan berpikir kritis, kreatif, literasi digital, dan penguasaan teknologi.

” KKA dirancang untuk siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah, yakni SD, MI SMP, dan SMA/SMK,”tuturnya.

Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan model pembelajaran yang menggabungkan kemampuan koding (pemrograman komputer) dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam proses belajar.

“Tujuannya bukan hanya agar siswa mahir teknologi, melainkan mampu berpikir logis, sistematis, dan etis dalam menyelesaikan masalah,”jelasnya .

Menurut Sen, KKA dikembangkan dalam tiga domain utama yakni berpikir Komputasional adalah kemampuan menyelesaikan masalah dengan pendekatan logika dan algoritma,
Literasi Kecerdasan Artifisial adalah pemahaman terhadap bagaimana mesin belajar dan mengambil keputusan dan etika digital adalah membentuk sikap bertanggung jawab, aman, dan bijak dalam menggunakan teknologi.

“Implementasi KKA bersifat bertahap dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Di MI , siswa belajar melalui permainan dan metode unplugged, tanpa perangkat digital, untuk membentuk pola pikir algoritmik secara alami. Di SMP dan SMA, pembelajaran dikembangkan melalui bahasa pemrograman visual (seperti Scratch) dan teks (seperti Python), serta eksplorasi proyek AI sederhana,” paparnya.

Kasi Pendidikan Madrasah (PENMAD) Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, Budi Lukman menambahkan, Pembelajaran KKA dapat disisipkan melalui Intrakurikuler (terintegrasi dalam mata pelajaran),
Kokurikuler (kegiatan tambahan di luar pelajaran utama), dan
Ekstrakurikuler (kegiatan pilihan seperti klub robotik atau koding).

Kementrian Agama juga menyiapkan pelatihan intensif untuk guru, modul ajar, dan dukungan sumber daya lainnya berbasis pendekatan proyek (project-based learning).

“Kami sudah menyiapkan pembinaan dan pelatihan untuk sistem pembelajaran koding ini,,”ujar Budi.

(Risma)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.