
BN News. Banyumas || Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, SMP Persada Insan Nusantara (SMP Perantara) Sokaraja di bawah naungan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (PPNU) Abdul Djamil Tebuireng 17, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, menggelar kegiatan pembinaan kedisiplinan, bela negara, serta gerakan kebersihan lingkungan pada Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pondok pesantren dan sekolah tersebut dipimpin oleh Staf Kesiswaan, Novan Bagus, melalui latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), pengibaran bendera, operasi kerapian kamar, kebersihan kamar mandi, serta gerakan “operasi semut” untuk menjaga kebersihan lingkungan pondok.
Dikesempatan itu, Kepala SMP Perantara, KH. Mohammad Husain, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin setiap Sabtu pagi sebagai bagian dari pembentukan karakter santri yang religius, disiplin, cinta lingkungan, dan berjiwa nasionalis.
“Di akhir hari tasyrik dan masa libur sekolah, siswa-siswi tetap istiqamah mengikuti kegiatan bela negara. Ini adalah komitmen Pondok Pesantren NU Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, dalam membentuk generasi yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegas KH. Mohammad Husain.
Menurutnya, program kebersihan lingkungan merupakan implementasi nyata konsep jihad ekologi dan ekoteologi yang ditanamkan kepada para santri melalui gerakan BATIK (Bersih, Aman, Tertib, Indah, dan Kerjasama).
“Kami ingin menanamkan jiwa konservasi sejak dini agar santri mampu membangun kehidupan yang serasi dan berkelanjutan. Lingkungan pondok harus menjadi taman belajar yang nyaman, bersih, indah, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Selain itu, latihan PBB dan pengibaran bendera menjadi bagian dari program Taruna dan Taruni Santri yang bertujuan menumbuhkan ketangguhan, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan.
Di lingkungan sekolah dan pondok pesantren, pengibaran bendera dilaksanakan setiap pagi dan penurunan bendera dilakukan setiap sore oleh santri sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Santri yang religius sekaligus memiliki kepedulian sosial adalah bukti nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selamat Hari Lahir Pancasila. Semoga Pancasila tidak hanya terlahir, tetapi terus tumbuh dan berkembang menjadi harapan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang santri, Azami, mengaku memperoleh pengalaman berharga dari pelatihan kedisiplinan yang diikutinya.
“Pelatihan ini benar-benar membuka mata saya bahwa kedisiplinan bukan sebuah kekangan, melainkan kunci keberhasilan. Dari setiap gerakan baris-berbaris, saya belajar fokus, mendengarkan aba-aba, dan menekan ego pribadi demi terciptanya kekompakan bersama,” ungkapnya.
Azami juga berharap nilai-nilai disiplin yang telah ditanamkan selama pelatihan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ilmu, ketegasan, dan rasa tanggung jawab yang ditempa selama pelatihan ini terus tertanam dalam diri kami sehingga menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan dapat diandalkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan itu, SMP Persada Insan Nusantara Sokaraja, Banyumas, meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan visi “Membangun Generasi Rabbani yang Cakap dan Mandiri”, yakni generasi berakhlak mulia, cinta tanah air, peduli lingkungan, serta siap menjadi harapan umat dan bangsa.
(Redaksi)



















