Paul Fincent Desak Reshuffle Menkeu, Sebut Sri Mulyani Tepat Gantikan Posisinya

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN News. JAKARTA – Senator Paul Fincent Mayor mendesak Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi terhadap kabinet bidang ekonomi. Desakan itu disampaikan di tengah volatilitas pasar global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

“Dengan kondisi kita begini, maka saya minta Pak Prabowo segera ganti Purbaya. Kita butuh menteri yang bisa berkomunikasi efektif dengan pasar China, pasar Rusia, dan pasar Amerika Serikat,” ujar Paul Fincent kepada Media Indonesia, Sabtu 6/6/2026.

Menurut Paul Fincent, kondisi ekonomi Indonesia saat ini “tidak baik-baik saja”. Ia menilai kebijakan fiskal harus lebih adaptif agar Indonesia dapat bertahan hingga 2032.

Untuk mengisi posisi Menteri Keuangan, Paul Fincent mengajukan nama Sri Mulyani Indrawati. Pengalaman Sri Mulyani sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan mantan Direktur Eksekutif IMF dinilai memiliki kredibilitas tinggi di forum keuangan internasional.

*Indonesia Gabung BRICS Sudah Tepat*

Paul Fincent juga menegaskan bahwa langkah Indonesia bergabung sebagai anggota penuh BRICS pada awal 2025 merupakan keputusan yang tepat. Dengan bergabungnya Indonesia, jumlah anggota BRICS kini menjadi sebelas negara, meliputi Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran.

“Sudah tepat kita bergabung ke BRICS. Ini bukan sekadar ikut-ikutan. Indonesia memiliki peran strategis sebagai jembatan Selatan-Global dan dapat mendiversifikasi mitra ekonomi di luar blok G7,” tegasnya.

BRICS dibentuk untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan geopolitik negara berkembang agar memiliki posisi tawar yang setara dengan negara maju. Salah satu fokus kerja samanya adalah memperluas akses pembiayaan proyek infrastruktur melalui New Development Bank NDB serta mendorong perdagangan yang lebih adil dan inklusif.

“Momentum keanggotaan ini harus dimaksimalkan. BRICS membuka akses pembiayaan baru melalui NDB untuk kebutuhan infrastruktur nasional. Rupiah tetap harus dijaga sebagai identitas kedaulatan, namun kerja sama ekonomi kita perlu diperluas. Kuncinya ada pada Menteri Keuangan yang memahami peta ekonomi global,” jelas Paul Fincent.

Ia menambahkan, dengan posisi sebagai bridge builder, Indonesia dapat melakukan negosiasi yang lebih seimbang dengan negara maju.

_Bridge builder_ artinya “pembangun jembatan”. Namun, istilah ini memiliki beberapa makna tergantung konteks penggunaannya. Dalam hubungan sosial dan politik, _bridge builder_ berarti penghubung atau jembatan komunikasi. Ini merujuk pada seseorang, kelompok, atau negara yang berusaha menciptakan hubungan, meredakan konflik, dan membangun kepercayaan di antara dua belah pihak yang berselisih, misalnya peran Indonesia di kancah global.

Sri Mulyani Indrawati adalah ekonom dan mantan Menteri Keuangan Indonesia. Ia dikenal luas secara global sebagai salah satu pengelola keuangan negara terbaik. Sepanjang kariernya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan beberapa kali mengemban jabatan Menteri Keuangan di Indonesia.

(HOPNI AY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.