Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur Turun Tangan Bantu Buruh Pabrik Tahu yang Kehilangan Mata Pencaharian

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Bacaan Lainnya

BN NEWS | Cianjur, 7 Juni 2026

Di tengah terpaan krisis yang melumpuhkan industri tahu dan tempe di Cianjur akibat melonjaknya harga kedelai, Polres Cianjur menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para pekerja yang terpaksa dirumahkan.

Bantuan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dan diberikan langsung kepada para buruh yang terdampak berhentinya aktivitas produksi sejumlah pabrik tahu di Kabupaten Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengatakan bahwa bantuan tersebut berasal dari hasil gotong royong dan kepedulian seluruh personel Polres Cianjur yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Kami mendapat informasi banyak pabrik tahu dan tempe tidak mampu berproduksi akibat harga kedelai yang terus melambung. Dampaknya, para pekerja kehilangan penghasilan. Karena itu kami hadir untuk membantu meringankan beban mereka,” ujar Kapolres.

Sebanyak 34 paket sembako disalurkan langsung kepada para pekerja yang kini harus menghadapi ketidakpastian ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga mereka selama masa sulit yang tengah berlangsung.

Lonjakan harga kedelai yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah memukul pelaku usaha tahu dan tempe. Sejumlah pabrik bahkan terpaksa menghentikan operasional karena biaya produksi tidak lagi sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Akibatnya, puluhan pekerja harus dirumahkan tanpa kepastian kapan dapat kembali bekerja.

Polres Cianjur menegaskan bahwa kegiatan sosial ini bukan sekadar seremonial menjelang Hari Bhayangkara, melainkan bentuk kehadiran negara melalui institusi kepolisian dalam merespons persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Salah seorang pekerja pabrik tahu, Ceceng (32), mengaku sudah dua bulan menganggur setelah tempatnya bekerja menghentikan produksi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia kini terpaksa mencari pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Setidaknya bisa membantu kebutuhan keluarga. Semoga harga kedelai segera turun dan pabrik bisa beroperasi kembali,” ungkapnya.

Krisis kedelai yang berkepanjangan tidak hanya mengancam keberlangsungan usaha kecil dan menengah, tetapi juga berdampak langsung terhadap nasib para buruh yang menggantungkan hidup dari industri tersebut. Di tengah situasi itu, langkah cepat Polres Cianjur menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hadir bagi masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan mereka.

(Jurnalis: Warsito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.