
Reporter : Adiyatama
Kebumen ~ Jawa Tengah
BN News || Kebumen~
Suplayer material merasa dibohongi dan resah dengan pihak pemborong CV pemenang lelang /tender, Dana Banprov TA. 2021 Senilai Rp. 200.000.000,00. Selasa, (5/7/22)
Secara simbolis (lisan) kesepakatan dan ketentuan sebagaimana dimaksudkan bagian dari pada kerjasama antara Pihak pemborong / pemenang tender proyek saluran irigasi dari CV. Aregon SG menyerahkan, pengelolaan pengadaan materialnya dipercayakan kepada subkon, A/n Mahzun.
Selaku jasa pengadaan barang Mahzun pun menyepakati dan sudah memenuhinya sesuai dengan pesanan pemborong CV. Aregon SG, berinisial “RW, beralamat di Desa Patemon, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen, berupa Batu belahan dan semen, namun Mahzun justru dirugikan senilai Rp. 41 jt.
Jumlah total pagu pada bangunan proyek Banprov senilai Rp. 200 Jt pada tahun 2021, bulan Desember, dirasa ada kejanggalan, hingga dugaan penggelapan “kata Mahzun.

“Pasalnya, Mahzun sudah lakukan konfirmasi / cek ke pemdes Roworejo, dan mengetahui bahwa, pemdes sudah membayar biaya pembangunan proyek irigasi tersebut, melalui transfer di Bank Jateng ke rekening CV Aregon SG sejumlah Rp. 154.240.000 pada 23/2/22 / lima bulan yang lalu,”terang Mahzun.
Sekira tanggal 25/2/22, Mahzun mulai meminta uang / menaagihan kepada CV Arekon SG, selaku direkturnya berinisial “NEI, sejumlah belanja materialnya, namun Mahzun selalu dan setiap menagihnya hanya dijanjikan minggu depan terus menerus.
Lebih lanjut, “merasa berkali-kali dijanjikan dan tidak kunjung dilunasinya. Jika hal ini tidak diindahkan akan dilanjutkan ke ranah hukum. Harapannya uang belanja material secepatnya dilunasi tanpa diangsur, “pungkasnya.

Kades roworejo saat ditemui Awak Media membenarkan, pihak pemdes sudah membayar semua keuangan proyek tersebut kepada CV Aregon SG “lunas”, kades merasa prihatin mendengar kabar tersebut dan tidak mengetahui duduk persoalannya berkaitan dengan adanya Suplayer material yang belum terbayarkan, hingga saat ini.

Bahkan pihak TPK menilai dari awal lelang pekerjaannya, dirasa janggal dan bermasalah (kurang nyaman). Disisi lain bangunan tersebut sebagian sudah ambrol, terkena banjir waktu itu, “katanya.



















