Bijak Menyikapi Tigalisme Kepemimpinan Lesmako, Dr Leo; “BM Harus Arif Dan Bijaksana Membangun Komunikasi Yang Lebih Baik”

  • Whatsapp

Sharing is caring!

BN News. Jayapura – Menyikapi Tigalisme kepemimpinan dalam Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (LESMAKO) yang selama ini saling berebut tampuk kekuasaan tertinggi seolah telah menjadi trend masa kini dalam sebuah organisasi sehingga menimbulkan adanya perpecahan secara internal saling sikut pun berlaku hanya demi mencapai posisi dan pengakuan sebagai ketua dengan berbagai cara yang di lakukan. Tumuka selaku tokoh intelektual muda Kamoro ketika di minta tanggapannya terkait 3 kepemimpinan tersebut Jumat 15/7/22 di ruang kerjanya.

Tumuka menandaskan sebenarnya ini tidak perlu terjadi dalam Lembaga Musyawarah Adat suku Kamoro sehingga pada akhirnya menimbulkan adanya keraguan atas keabsahan ketiga kepemimpinan tersebut. Perlu di sadari bahwa maksud dan tujuan eksistensi keberadaan Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro(LEMASKO) adalah mengangkat, menjaga kehormatan harkat dan martabat, identitas serta derajat kemuliaan masyarakat adat suku Kamoro, kemudian membina hubungan yang harmonis dan saling menghormati, saling menghargai antara sesama dengan semangat persaudaraan. Bahkan fungsinya sebagai wadah pemersatu masyarakat adat suku Kamoro.

Dengan demikian kalaupun terjadi dua atau tigalisme kepemimpinan maka langkah Arif dan bijaksana dalam membangun komunikasi yang baik harus mampu di tunjukan oleh Badan Musyawarah (BM) tandas Tumuka. Nah untuk menentukan siapa pimpinan yang sebenarnya lanjut intelektual ini tentunya melalui suatu mekanisme organisasi yang sesuai dengan amanah yang tertuang dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga.

Menurutnya kepemimpinan yang sah adalah saudara Gregorius Okoware SE dan kelompok kepengurusannya sesuai surat keputusan Badan Musyawarah(BM) LEMASKO No.241/BM.LEMASKO/1_A.1/XI/2019 tentang pengangkatan pelaksanaan tugas ketua LEMASKO periode 2019 – 2024 yang mana dalam penetapannya terhitung mulai tanggal 6 November 2019-2024 yang mana Badan Musyawarah (BM) LEMASKO telah mengangkat dan menetapkan saudara Gregorius Okoware SE sebagai tugas ketua LEMASKO periode 2019-2024 dan ini payung hukumnya. Namun yang sangat di sayangkan kenapa sampai terjadi perpecahan seperti ini,ini akibat komunikasi yang tidak berjalan dengan baik dalam internal LEMASKO.

Pengangkatan saudara Gregorius Okoware selaku wakil ketua LEMASKO kaitannya dengan meninggalnya Robertus Waropea maka dari sisi organisatoris ketika seorang ketua berhalangan tetap maka sudah tentunya wakil yang menduduki posisi ketua tersebut dan ini di sahkan dalam rapat istimewa kemudia dalam surat keputusan No.241/BM. LEMASKO/1_A.1/XI/2019 tentang pengangkatan pelaksanaan tugas ketua LEMASKO periode 2019-2024 bukan minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan,inilah dasar hukum yang di pegang oleh saudara Gerry. Di akhir komentarnya tokoh intelektual muda ini menghimbau dan mengajak kepada saudara saudaraku, baik Badan Musyawarah, tokoh tokoh intelektual maupun masyarakat Kamoro pada umumnya.

Yang pertama: menyikapi berbagai persoalan internal dalam LEMASKO, Lembaga Musyawarah Adat ini perlu di sikapi secara bijak sehingga ke depan Lembaga ini menjadi rumah yang teduh tempat kita semua berlindung. Yang kedua : membina hubungan harmonis dan saling menghormati, saling menghargai antara sesama. Dan yang terakhir, kepada Badan Musyawarah (BM), ketiga pimpinan dan semua tokoh tokoh intelektual Kamoro, marilah kita satukan persepsi kita, membangun komunikasi yang baik dan duduk bersama untuk menyelesaikan semua persoalan yang sementara terjadi tanpa menyalahkan satu sama lain sehingga Lembaga ini berjalan dengan baik ke depan.

“Semua ini terjadi akibat komunikasi yang tidak berjalan dengan baik dalam internal LEMASKO,” tandasnya. (Udin Waleulu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.