PKBM Al-Hijrah Kembangkan Kerajinan

  • Whatsapp

Sharing is caring!

BN News-Cianjur.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)  Al- Hijrah, Desa Jatisari Kecamatan Bojongpicung, Kab. Cianjur saat ini  sedang terus memberi materi  keterampilan dalam program Skill berupa pengembangan kerajinan dari bambu dan kayu limbah.

Ketua PKBM Al-Hijrah, di Kp. Garduh, Desa Jatisari Kecamatan Bojongpicung,Kab. Cianjur mengaku  beragam materi dalam kerajinan akan diajarkan pada warga belajarnya. Bahkan untuk para tutornya pun sudah tersedia. Selain itu,  peralatam penunjang yang lainnya terus dilengkapi sekalipun belum semua lengkap.

“PKBM bisa seperti ini  merupakan sukses bersama, dan dari hasil kerja keras dan perjuangan semua yang ada di PKBM ini, termasuk  bidang kerajinan yang saat ini terus dikembangkan,” ujar  Ketua PKBM Al-Hijrah Wandi Ubadilah.

Kebahagiaan  Wandi Ubadilah  serta guru yang lainnya cukup lah beralasan, karena belum lama ini prestasi PKBM Al-Hijrah sudah bertambah, disamping  pengembangan keterampilanm juga ada sejumlah prestasi  baik prestasi di tingkat nasional, provinsi atau juga prestasi yang di raih di tingkat Kabupaten.

Sebut saja, penghargaan dari prestasi tingkat nasional seperti  The Most Favorit vidio SCTV berupa karya film pendek karya PKBM Al-Hijrah dengan judul “Syair Anak Negeri”  dan juga keberhasilan lainnya  juara I lomba inovasi daerah untuk tingkat Kabupaten Cianjur.

“Kalau ada kemauan pasti ada jalan, dan jika kita bekerja tulus dan ikhlas suatu saat pasti menuai  hasil, malah  untuk saat ini agar  berhasil tidak mesti keberadaan kita ada di kota. Di desa pun asal kerja keras pasti bisa,” ungkap Wandi.

Maka tidak heran  dengan kesuksesan tersebut, minat belajar ke PKBM Al-Hijrah begitu tinggi, sehingga pengelola membuka kelas kelas belajar di luar Desa Jatisari. Apalagi saat ini wilayah layanan PKBM  Al-Hijrah sudah mencapai layanan se kecamatan Bojongpicung.

“Dulu memang saat awal pendirian kami dan para perintis tidak mengira PKBM ini akan seperti ini, dari sisi jumlah warga belajar atau pun jumlah guru,” kenang Wandi.

Seiring kesuksesan pasti ada kekurangan, demikian halnya PKBM tersebut, disaat minat masyarakat belajar  di PKBM Al-Hijrah meningkat, sarana dan prasarana pun dirasakan kurang. Salah satunya ruang belajar dan komputer. “Kami masih memiliki kekurangan dari ruang belajar dan komputer, semoga saja  hal ini cepat tertanggulangi,” tambah Kusnadi ketika mendampingi Wandi,  (Wawan Kusmiran).

Pos terkait