
Reporter : Saelan
Kebumen ~ Jawa Tengah
BN News || Kebumen~
Kabupaten Kebumen memiliki beberapa obyek wisata alam yang eksotis di sekitar wilayah selatannya. Salah satu obyek wisata itu adalah Goa Jatijajar. Usai Hari Raya idul Fitri,1443 H/2022 M di serbu ribuan wisatawan. Sabtu (5/4/2022)
Goa ini terletak di kawasan pegunungan kapur yang membentang di sisi selatan antara Kecamatan Gombong & Kecamatan Kebumen ini menjadi pusat favourite Wisatawan Regional, karena nuansa alamnya yang sangat eksotis.
Kepala pengelola Obyek wisata Goa Jatijajar Yahyo mengatakan, sekarang ini Goa Jatijajar menjadi obyek wisata andalan Kebumen karena banyak dikunjungi wisatawan, terutama tiap akhir pekan, apalagi pada saat habis lebaran seperti saat ini.
“Goa Jatijajar tepatnya berada di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Jarak Goa ini dari Kota Kebumen adalah sekitar 32 Km, dengan waktu tempuh sekitar satu jam,” terang Yahyo.
Menurutnya, seteleh di buka kembali obyek wisata Goa Jatijajar setelah Pandemi Covid-19, menjadi tempat tujuan wisata keluarga, meskipun tidak seramai sebelum adanya Pandemi Covid-19.

“Obyek wisata Goa Jatijajar sebelum ada Pandemi lebih ramai dikunjungi para wisatawan, namun usai Pandemi sedikit ada penurunan, seperti halnya hari ini jumlah wisata dewasa sebanyak 6700 orang, sedangkan untuk anak-anak sebanyak 1350 anak,”terang Yahyo
Adapun harga tiket masuk obyek wisata Goa jatijajar paska lebaran hingga 10 hari kedepan dengan tarip Dewasa Rp.13.500, sedangkan tarip untuk anak-anak sebesar Rp.6.500.
“Harga tarip hingga sepuluh hari kedepan usai Lebaran, namun setelah itu kembali menggunakan tarip normal,”ungkapnya.
Yahyo menambahkan, didalam obyek wisata Goa Jatijajar banyak tempat yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan antara lain, patung raksasa dinosaurus yang mengeluarkan air,logo dan patung dinosaurus tersebut memang dibuat untuk menunjukkan jika usia Goa Jatijajar memang sangat tua.
“Dari mulut patung dinosaurus, keluar air yang berasal dari dua sendang yang ada dalam goa, Sendang Kantil & Sendang Mawar, kedua sendang itu airnya tidak pernah kering sepanjang tahun,” paparnya.
Menurut sejarah, goa ini pertama kali ditemukan pada Tahun 1802 silam, oleh seseorang bernama Jayamenawi, hal itu dikisahkan saat sedang mencari rumput, ia terjatuh ke dalam lubang yang ternyata ventilasi di langit-langit goa.
Awak media “Belanegaranews.com menyaksikan sendiri eksotisnya Goa Jatijajar saat berkunjung ke sana pada Hari Kamis (5/4/2022) kemarin.
Selain stalagtit dan stalagmit, terdapat pula banyak tiang kapur, Fenomena tiang kapur itu merupakan pertemuan stalagtit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun silam.
Selain stalagtit, stalagmit dan tiang kapur, ada pula beberapa sendang atau kolam di dalam Goa Jatijajar yang menjadi sumber aliran sungai.
Jumlah total ada empat sendang yaitu : sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawa & Sendang Kantil.
Konon kabarnya, air di keempat sendang itu juga dipercaya memiliki khasiat masing-masing, air Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor dipercaya dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing.
Sementara Sendang Mawar dipercaya dapat membuat seseorang awet muda jika mandi atau mencuci muka dengan airnya, untuk Sendang Kantil, konon jika seseorang mandi atau mencuci muka di sana, niat dan cita-citanya akan mudah tercapai.

Selain itu juga dikisahkan adanya, Goa Jatijajar juga tidak lepas dari legenda Raden Kamandaka/ Lutung Kasarung. Cerita ini memang khas Jawa Barat karena berasal dari Kerajaan Padjajaran.
Meski demikian, legenda itu ada di Goa Jatijajar karena pada abad ke-14 silam, goa ini silam berada dalam wilayah Kadipaten Pasir Luhur yang masuk kekuasaan Kerajaan Padjajaran.
Selain dari segi wilayahnya, konon dahulu Raden Kamadaka atau Lutung Kasarung pernah bertapa di dalam Goa ini.
Kentalnya legenda Raden Kamandaka – Lutung Kasarung ditunjukkan dengan adanya diorama patung di dalam Goa. Diorama patung itu menceritakan kisah legenda tersebut.
Disisi lain, salah satu versi menyebutkan jika penamaan Jatijajar dikarenakan pada saat ditemukan dahulu, ada dua pohon jati yang berdiri sejajar di mulut Goa tersebut.



















