
BN NEWS, Garut || Semangat menjaga bumi kembali ditunjukkan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut melalui kegiatan Kolaborasi Hijau ke-67 yang dilaksanakan di Bukit Cinta Kembar, Kampung Cinta Kembar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Sabtu (18/4/2026)
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi lingkungan, khususnya kawasan bukit yang terlihat rawan longsor. Dengan kontur yang curam dan minim pepohonan, Bukit Cinta Kembar dinilai membutuhkan langkah cepat berupa mitigasi bencana melalui penanaman dan pemeliharaan vegetasi.
Tim Kolaborasi Hijau hadir tidak hanya untuk menanam, tetapi juga merawat. Sejumlah tanaman hutan dan buah-buahan kembali ditanam sebagai upaya memperkuat struktur tanah serta menghadirkan manfaat ekologis dan ekonomi. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pemeliharaan tanaman yang sebelumnya telah ditanam, memastikan keberlanjutan dari setiap aksi yang dilakukan.
Tak hanya itu, tim juga melakukan pembersihan area sebagai bagian dari persiapan kegiatan lanjutan yang akan digelar pada Kamis mendatang. Langkah ini menjadi bukti bahwa gerakan ini tidak berhenti pada satu aksi, tetapi berkelanjutan dan terencana.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, bersama jajaran pengurus dan melibatkan partisipasi aktif warga setempat. Kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam menjaga alam dari hulu.
Dalam keterangannya, H. Jaeni mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penanaman, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama.
“Kami hadir di sini bukan hanya menanam pohon, tapi menanam kepedulian. Bukit ini harus kita jaga bersama, karena jika alam rusak, dampaknya akan kembali kepada kita. Mitigasi bencana bukan menunggu terjadi, tapi bagaimana kita mencegah sejak hari ini,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Cepi Gantina, Sekretaris Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, dirinya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi penanaman biasa, tetapi merupakan langkah nyata dalam upaya mitigasi bencana alam, khususnya longsor yang berpotensi terjadi di kawasan Bukit Cinta Kembar.
“Melihat kondisi lahan yang curam dan minim pepohonan, kami merasa terpanggil untuk hadir. Penanaman ini adalah bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat struktur tanah, menjaga keseimbangan alam, sekaligus mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang. Ini bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang keselamatan dan keberlanjutan lingkungan ke depan,” ujar Cepi Gantina.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga alam tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan semua pihak.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama peduli, merawat, dan menjaga apa yang sudah kita tanam. Karena mitigasi bencana tidak selalu harus menunggu kejadian, tapi bisa dimulai dari langkah sederhana seperti menanam dan memelihara pohon,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang lebih aman, lestari, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga dan merawat lingkungan. Karena pada akhirnya, setiap pohon yang ditanam hari ini adalah penyangga kehidupan untuk masa depan. (Cepi Gantina)



















