Di Garis Depan Tanpa Keluh: Sertu Soleh Permana Jadi Motor Pembuka Akses Warga Mekarmulya

  • Whatsapp

Sharing is caring!

BN NEWS, GARUT || Di tengah debu, batu, dan terik matahari Kampung Cidahu, Desa Mekarmulya, sosok Sertu Soleh Permana tampak tak pernah absen dari garis kerja. Bukan sekadar mengawasi, prajurit dari Koramil 1111/Tarogong Kidul ini justru menjadi salah satu tenaga utama dalam pembangunan jalan program TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut. Kamis (30/4/2026)

Bacaan Lainnya

Sejak hari pertama, Sertu Soleh memilih berada di titik paling berat pekerjaan. Tangannya terlibat langsung memecah batu, menyusun material, hingga meratakan badan jalan yang sebelumnya sulit dilalui warga. Ia bekerja bukan sebagai komando dari belakang, tetapi sebagai penggerak dari depan.

Baginya, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jalan harapan bagi masyarakat.

“Kalau jalan ini selesai, bukan hanya kendaraan yang lewat, tapi juga masa depan warga ikut bergerak. Itu yang membuat kami tidak boleh setengah-setengah dalam bekerja,” ujarnya tegas di sela aktivitas.

Keteguhan dan konsistensinya di lapangan menjadikannya figur sentral yang menghidupkan semangat gotong royong. Kehadirannya bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memantik partisipasi warga yang ikut turun tangan membantu.

Warga mengakui, sosok Sertu Soleh bukan hanya prajurit, tetapi juga penyatu. Ia bekerja tanpa jarak, berbaur tanpa sekat, dan hadir tanpa pamrih.

Komandan Koramil setempat menegaskan bahwa apa yang dilakukan Sertu Soleh adalah cerminan prajurit TNI sejati, bekerja dalam diam, memberi dampak besar.

“Ia tidak banyak bicara, tapi kerjanya nyata. Inilah wajah pengabdian TNI, hadir, bekerja, dan memberi manfaat langsung untuk rakyat,” ungkapnya.

Pembangunan jalan di Desa Mekarmulya sendiri menjadi salah satu fokus utama TMMD ke-128. Sebelumnya, akses di wilayah ini cukup sulit, terutama saat musim hujan. Kini, dengan proses pembangunan yang terus berjalan, harapan mulai terbuka: distribusi hasil pertanian lebih lancar, mobilitas warga meningkat, dan roda ekonomi mulai berputar lebih cepat.

Apa yang dilakukan Sertu Soleh Permana menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya tentang alat berat dan anggaran, tetapi tentang manusia yang mau turun tangan dan bekerja sepenuh hati.

Di balik jalan yang kelak dilalui banyak orang, ada keringat, dedikasi, dan pengabdian yang tak selalu terlihat, namun terasa manfaatnya. (CG/Pendim 0611)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.