BN NEWS, GARUT || Di tengah terik matahari dan kerasnya pekerjaan pembangunan, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: kesehatan para pekerja. Di lokasi TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut di Kampung Cidahu, Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, aspek ini justru menjadi garda depan.
Sosok Peltu Rahmat Sopandi, Kepala Pos Kesehatan (Kapokes), menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal memastikan setiap orang yang terlibat tetap kuat dan selamat.
Tak sekadar memantau, ia turun langsung ke lapangan, memeriksa kondisi warga, memastikan tekanan darah stabil, hingga memberikan penanganan cepat bagi yang mulai kelelahan. Di saat sebagian orang mungkin memilih berteduh, ia justru berada di tengah aktivitas, menyatu dengan warga dan prajurit lainnya.
Kegiatan TMMD ke-128 ini tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas, seperti MCK dan infrastruktur dasar lainnya, tetapi juga memastikan bahwa prosesnya tidak mengorbankan kesehatan masyarakat.
Untuk itu, didirikan Posko Kesehatan yang berada di bawah naungan Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.02 dan Klinik Pratama Polkes 03.10.11 Garut. Di posko ini, layanan kesehatan diberikan secara langsung dan rutin, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kondisi fisik, hingga edukasi kesehatan bagi warga.
Peltu Rahmat menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa dipisahkan dari kondisi fisik para pekerja di lapangan.
“Kami ingin memastikan warga yang terlibat tetap sehat dan fit. Kalau mereka kuat, pekerjaan bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Kesehatan itu bagian dari keberhasilan TMMD,” ujarnya.
Kehadiran tenaga kesehatan di tengah aktivitas pembangunan ini menjadi angin segar bagi masyarakat. Warga merasa lebih aman dan diperhatikan, sehingga dapat bekerja dengan tenang tanpa khawatir terhadap kondisi tubuh mereka.
TMMD ke-128 Kodim 0611/Garut kembali menunjukkan bahwa pembangunan bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi juga membangun kepedulian. Di balik setiap bangunan yang berdiri, ada kerja keras, kebersamaan, dan perhatian terhadap hal yang paling mendasar: kesehatan manusia.
Dari Cidahu, pesan itu terasa nyata, bahwa membangun desa bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang menjaga mereka yang membangunnya. (CG/Pendim 0611)



















