
BN NEWS | Cianjur, 3 Juni 2026
Setelah tiga tahun dinyatakan hilang tanpa jejak, Ayi Solehudin (49), warga Kabupaten Cianjur, akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas dan tak berdaya di kawasan Gunung Halimun Salak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penemuan ini mengakhiri pencarian panjang keluarga, namun sekaligus memunculkan misteri baru yang hingga kini belum terungkap.
Ayi ditemukan oleh warga yang tengah memeriksa aliran sungai usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Di lokasi yang terpencil dan jauh dari permukiman, warga dikejutkan oleh sosok pria yang tergeletak lemah di tepi aliran air dengan kondisi fisik yang memprihatinkan.
Diduga mengalami hipotermia dan kelelahan berat, korban langsung mendapat pertolongan dari warga dan relawan. Karena tidak mampu berjalan dan sulit berkomunikasi, proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu, Muh Irfan Maulana, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan tidak mampu memberikan penjelasan mengenai keberadaannya selama bertahun-tahun.
Identitas korban akhirnya terungkap setelah petugas melakukan pemindaian sidik jari dan retina mata. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pria tersebut adalah Ayi Solehudin, warga Cianjur yang selama ini dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya.
Informasi tersebut segera disebarluaskan melalui jaringan relawan dan komunitas sosial hingga akhirnya pihak keluarga berhasil dihubungi. Suasana haru pun tak terhindarkan saat keluarga datang menjemput Ayi setelah bertahun-tahun kehilangan kabar.
Meski telah kembali ke pelukan keluarga, teka-teki besar masih menyelimuti kisah hilangnya Ayi. Tidak ada keterangan yang dapat menjelaskan bagaimana ia bisa bertahan hidup maupun alasan keberadaannya di kawasan Gunung Halimun Salak selama kurun waktu yang begitu lama.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyimpan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Di balik kebahagiaan keluarga yang akhirnya kembali dipertemukan, tersimpan misteri tiga tahun kehidupan Ayi yang hingga kini masih gelap dan penuh tanda tanya.
(Jurnalis: Warsito)


















