Reporter : Hopni AY
BN News || Kab. Timika – Manager PLN Kab Timika Papua Mahly Kbarek ketika di kunjungi Bela Negara News menceritakan berbagai kendala yang di hadapi di Kabupaten Timika ini, dalam kesempatan itu Mahly di dampingi Staf Kantor Bagian Penanganan Gardu Dan BBM Will, Senin (29/112022).
Menurut Keterangannya bahwa kami di sini menjabat sebagai Manager PLN Baru Bergabung Ke Timika baru 4 Bulan Di Kota Timika, dan ternyata Di PLN Sendiri Banyak Kendala yang di temukan, agar pemerintah pusat dan Daerah memberikan perhatian penuh atas kendala yang di hadapi PLN Kota Timika ini. Ada Tiga (ULP 3) Unit Layanan Pelanggan di PLN timika ini yang terbagi 3 Kantor Pelayanan, yang Melayani Daerah kota Dan Sekitarnya.
Kemudian Kita Ada ULP TIMIKA Jaya yang sebagian ke kantor DPR kantor Bupati sampai ke Utikini SP 5 dan sekitarnya sampai Yohikimo, di bawahi oleh PLN ULP Timika Jaya, kemudian kita juga punya ULP Agats di Kabupaten Asmat Papua, membawahi Desa desa Sikita Atsi sampai ke Nduga, masuk dalam pelayanan ulp3 timikia khusunya di kelolah oleh teman teman ULP Agats.
Kendala kita Secara Teknis Mengenai Kondisi Jaringan Kita, Kabel Yang Panjang Tetapi Terkendala apabila Hujan Dan Angin, dan banyak Pohon Menghalangi kabel kabel listrik jika pohon tumbang maka akan sangat berpengaruh kepada jaringan dan untuk memobilisasi ke lokasi perbaikan ke lapangan membutuhkan Tranportasi kendaraan dan itu membutuhkan biaya yang cukup besar Untuk menjangkau daerah Pesisir dan Pengunungan, kita harus Carter untuk keluarkan Biaya di perlukan Rp.30.000.000, (Tiga Puluh Juta rupiah) dalam Satu minggu.
Nah itulah kendala kami untuk menjawab complain masyarakat di butuhkan biaya mobilisasi cukup besar, sedangkan anggaran kita tidak cukup. Lampu Sering Menyala Mati, Menyala Mati. Baik Terus Terang saja kita Lagi tingkatkan keandalan Sistem dengan kita membangun jaringan Evakuasi Daya transmisi 150 KV jaringan Expres 20 KV untuk keandalan Sistem dan juga Evakuasi Daya Yang lagi di Bangun Oleh PLN UIP yang Membangun Gardu induk Transmisi 150 KV dan Akan di distribusikan ke Jaringan Expres 20 KV untuk semua pelanggan di kota Timika dan Hanya Khusus di Timika dengan adanya pembangunan jaringan tersebut Akan Berdampak kepada ketidak nyamanan masyarakat yang tentunya pasti Ada Pemadaman Bergilir.
Misalkan hari ini Daerah Hasanuddin Mungkin Besok Daerah Budi Utomo seperti itu Teknis Pemadaman sudah tentu akan Mengganggu kenyamanan Masyarakat, Ujar Mahly.
Namun Kami mohon Bersabar Karena Ini Yang Bisa Kami Lakukan, untuk Meningkatkan Sistem Keandalan kelistrikan’ Bahkan unit Kami pesan di Dalam Negri bahkan bisa dari Luar Negeri, juga pelanggan perbulan bisa capai 300 sampai 400 pelanggan, dan situasi ini Terjadi Temporer saja” Karena Kedepan Aset kita Juga makin di tingkatkan, Sehingga Timika Akan Lebih Berkembang Maju Dalam Sistem Kelistrikannya, di harapjan bahkan sampai Pelosok Kampung Desa Akan Kami Upayakan terang Dengan Bantuan dari Pemda Setempat, dan Dalam Penggunaan Token Listrik” Akan Terkena Pajak untuk pendapatan Daerah sendiri, kami Berterimakasih Untuk Bupati Mimika Yang Bisa Membantu Masyarakat Dengan BLT dengan BLT inilah Yang Bisa Membantu Penerangan Bagi Masyarakat Yang Ada Di Pesisir Dan Di pegunungan, Jadi Semua penerangan Listrik dapat di Jangkau Luas.
Selanjutnya Mengenai Pembangkit Listriknya pa Will yang akan langsung Menjelaskan, Jadi Kami Memiliki 24 pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Termasuk 24 Sistem yang Berkembang saat Ini Di kota Timika, mengenai Stok BBM yang Kami Butuhkan Minimal 8 Hari untuk Wilayah Yahokimo Agast bisa 15-20 hari Dan Kuota Pertahun Juga Sudah Kita Kirim Ke Pertamina.
Akhir Tahun Ini Kita Sudah Klop Total BBM Untuk Tahun Depan’ jadi Nanti Di Bagi Perbulan dan di Ambil di Agen Pomako Timika Untuk Ketersediaan kebutuhan yang Ada di Lapangan, Kalo Beban Tambah Kita Tambahkan Kalau Kurang Kita Tahan Tergantung Kuotanya, Kalau Kalkulasi Perhari Kira Kira 160-180 Kilo Liter Per Hari Sekitar 160 Ribuan, Kalo Di Total Bisa 40 samp.



















