Bisakah Pemkot Semarang dan Polisi Membongkar Dugaan Pungli di Pasar Johar?

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Semarang (BNNews)  – Aksi dugaan pungutan liar iuran keamanan di Pasar Johar relokasi MAJT terus berlangsung. Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Johar membantah adanya dugaan pungli uang keamanan di Pasar Johar Relokasi.

Ketua PPJP Pasar Johar, Surahman menjelaskan, penarikan uang keamanan sudah menjadi kesepakatan bersama antara PPJP dan para pedagang. Dia mengatakan, pembentukan keamanan diawali dari permintaan para pedagang mengingat tidak ada petugas keamanan dari pemerintah.

Pedagang daging di Pasar Johar, Supar (disamarkan) mempertanyakan kesepakatan yang dimaksud oleh PPJP.

“Kami pedagang daging tidak ada yang menyepakati itu. Itu kesepakatan dari mana,” ujar Supar baru- baru ini.

Menurut Supar, praktik dugaan pungutan liar ini sudah dilaporkan ke kepolisian bahkan ke Wali Kota Semarang.

Namun berbulan bulan pungutan iuran keamanan ini berlangsung, belum ada tindakan nyata dari pihak terkait.

“Sudah kami laporkan ke polisi dan pemkot, tapi tidak ada tindakan sama sekali,” katanya.

Supar menyebut, sebelumnya sudah ada penarikan iuran keamanan untuk pemilik lapak. Iuran yang dibayarkan setiap bulan ini beragam tergantung luas lapak yang dimiliki.

“Ada Rp 5.000 ada juga yang Rp 10 ribu. Dibayar tiap bulan,” katanya.

Namun menurut Supar, tanpa adanya kesepakatan antara PPJP dan pedagang, muncul lagi iuran keamanan untuk mobil yang masuk ke area Pasar Johar.

Iuran keamanan ini pun tak pandang bulu, mulai dari kendaraan distribusi barang hingga pembeli.

“Setiap mobil yang masuk. Entah itu pembeli atau antar barang. Padahal sudah ada retribusi resmi,” katanya.

Pedagang lain, Purnomo, berharap permasalahan iuran keamanan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Dia yang berdagang buah ini meminta kepolisian dan pemkot Semarang segera turun tangan menyelesaikan dugaan pungli tersebut.

“Kalau lama lama ya pembeli malas masuk ke sini, banyak punglinya. Kasihan juga sopir truk pembawa barang, sekali masuk ditarik Rp 5 ribu uang keamanan. Padahal sopir dan kernetnya ya jaga mobil sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Polrestabes Semarang, AKBP Enrico Silalahi, menegaskan pihaknya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menciduk para pelaku dugaan pungli tersebut.

“Laporannya sudah ada, sudah kami selidiki. Sudah juga kami laporkan ke pimpinan dan Pemkot Semarang. Tinggal tunggu waktu saja,” kata Enrico.(hd/Andu).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.