Satgas Covid-19 Cibeber Terus Gencar Lakukan Ops Yustisi,Dengan Masih Bertambahnya Jumlah Warga Positif Covid-19

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Reportase : Taufik winata
Cianjur – Jawa Barat

BN News | CIANJUR ~

Guna menekan penyebaran covid-19 di wilayah kecamatan Cibeber, Satgas covid-19 terus berupaya melakukan preventif yaitu dengan gencar melakukan operasi yustisi.

Operasi yustisi dilaksanakan setiap hari dengan titik lokasi yang berpindah pindah, ops yustisi melibatkan semua unsur elemen terkait diantaranya unsur TNI dari Koramil 0803 Cibeber,Polri dari Polsek Cibeber, anggota Satpol PP kecamatan, Tim Kesehatan dari Puskemas Cibeber dan juga dari pihak aparat Pemerintahan Desa Cihaur yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cihaur M.Ikhsan Kamil.

Dalam operasi yustisi yang digelar di samping alun alun kecamatan Cibeber, Selasa 23/02/21, Kapolsek Cibeber Kompol Bambang Kristiono,S.H.,M.H. bersama Camat Cibeber Ali Akbar,S.Kom.,M.AP. memimpin operasi tersebut.

Camat Cibeber mengatakan, Operasi yustisi gencar dilaksanakan dalam upaya memberikan efek jera kepada para pelanggar prokes agar selalu memakai masker saat beraktifitas diluar rumah,

” Kami sengaja memaksa para pengguna kendaraan yang melintas untuk membeli masker ditempat, dengan demikian mereka akan selalu ingat akan adanya operasi yustisi dan mereka selalu menggunakan masker” ucapnya.

Untuk menyadarkan masyarakat dalam mematuhi prokes kita perlu meningkatkan intensitas operasi yustisi, agar dengan sendirinya masyarakat minimal ada rasa takut akan operasi yustisi dan mereka menggunakan masker dan ujungnya mereka akan terbiasa,” imbuh Ali Akbar.

Selain Operasi yustisi yang secara rutin dilaksanakan, Camat cibeber mengatakan, Satgas covid-19 kecamatan Cibeber juga terus memantau dan mendorong pembentukan Posko dan Ruang Isolasi di masing masing Desa di wilayah kecamatan Cibeber.

” Sejauh ini alhamdulillah hampir seluruh pemerintahan Desa di wilayah kecamatan Cibeber telah mempunyai Posko dan Ruang Isolasi mandiri, namun masih ada beberapa desa yang masih kesulitan mendapatkan ruang isolasi dikarenakan tidak memenuhi ketentuan yang di telah ditentukan, selain penolakan dari warga, kami juga sudah mencari solusi dan terus berkonsultasi dengan pihak DPMD untuk mencari jalan keluarnya seperti mencari rumah yang bisa digunakan sebagai ruang isolasi bersama oleh beberapa desa” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.