
Reporter : Taufik winata
Cianjur- Jawa Barat
BN News || CIANJUR ~
Inilah potret kehidupan di perbatasan sebuah desa, demi mempersingkat waktu tempuh, menuju sebuah pasar ataupun sawah garapan di desa seberang, warga nekat gunakan jembatan rusak yang tidak layak dan sangat berbahaya.
Seperti dalam adegan film petualangan, warga di Kampung Ciputat RT 04/02, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, bergelantungan di kawat baja berkarat tanpa alas pijak, melintasi jembatan Leuwinanggung.
Jembatan tersebut menghubungkan dua kampung yang berbeda kecamatan, yaitu kampung Ciputat desa Salamnunggal kecamatan Cibeber dengan kampung Cibaregbeg desa Sukarama kecamatan Bojongpicung.
Seorang warga, Enih (70), sempat terperosok sebelah kakinya saat membawa buah pisang dari kebun.
“Dulu masih ada bambu di bawahnya tidak seperti sekarang yang tinggal kawat, namun saat itu juga kaki saya sempat terperosok sebelah,” ujar Enih ditemui di warungnya yang terletak di Kampung Ciputat, Selasa (21/6/2022).
Enih bersyukur ada warga lain yang melihatnya sehingga ia bisa lolos tak terjatuh ke Sungai Cisokan.

Masih warga kampung Ciputat lainnya, Darmawan (40), mengatakan bahwa hanya warga yang berani dan nekat saja saat ini yang menyeberang karena kondisi jembatan sudah rusak parah.
“Paling mereka yang belanja ke terminal untuk kebutuhan warung, atau warga yang mempunyai garapan sawah saja,” kata Darmawan.
Darmawan yang tergolong masih muda sering merasakan hawa dingin menerpa saat bergelantungan di tengah jembatan.
“Kalau di tengah itu kerasa dingin, anginnya kencang, belum lagi kawatnya bergoyang, uji nyali memang kalau menyeberang di jembatan ini,” ungkap Darmawan.
Sekretaris Desa Salamnunggal, Asep Sopandi, mengatakan kondisi jembatan rusak memang sudah berlangsung lama. Saat ini warga secara swadaya akan memperbaiki jembatan dengan menggunakan bambu sebagai alas berpijak.
Bambu sebagai bahan baku sudah dikumpulkan oleh warga sekitar, namun saat ini warga terkendala oleh kawat untuk mengikat bambu.
“Kemarin mau diperbaiki seadanya dulu menggunakan bambu dan mengikat dengan kawat, namun kawatnya tidak ada,” terang Sopandi.
Ia mengatakan, ke depan dua desa berencana akan membangun jembatan yang lebih baik melalui kerjasama antar desa.
“Sudah dibahas dalam Musrenbang dua desa yakni Desa Salamnunggal Kecamatan Cibeber dan Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung,” ujarnya.

Jembatan Leuwinanggung yang rusak memiliki panjang sekitar 52 meter, dan berketinggian sekitar 49-50 meter dari permukaan air dibawahnya, direncanakan akan di relokasi ke tempat yang lebih baik,
” Rencananya pembangunan jembatan nanti tidak akan di lokasi yang sama, pembangunan akan dilakukan di bagian hilir dari jembatan yang rusak saat ini,” pungkasnya.



















