
BN NEWS, Yogyakarta || Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Benteng Tahun 2026 merupakan salah satu Hajad Kawula Dalem yang diselenggarakan pada Selasa malam, 16 Juni 2026, dalam rangka memperingati Tahun Baru Jawa 1 Sura Be 1960 sekaligus 1 Muharam 1448 Hijriah.
Tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun ini dilaksanakan dengan menjalani laku tapa bisu, yaitu berjalan kaki tanpa alas kaki mengelilingi Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tanpa berbicara. Laku budaya tersebut menjadi sarana introspeksi diri, pengendalian hawa nafsu, serta memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian, dan keberkahan dalam menyambut tahun yang baru.
Asep Susilo A.S., yang merupakan Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Prajurit Komponen Cadangan Matra Darat, sekaligus Prajurit Arahan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, bersama rekan-rekan Komunitas Rambah V turut berpartisipasi dalam kegiatan Lampah Budaya Mubeng Benteng dengan penuh semangat dan khidmat.
Menurut Asep, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk ikut melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.
“Partisipasi dalam Lampah Budaya Mubeng Benteng bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan tradisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan kedisiplinan, pengendalian diri, serta penumbuhan semangat kebangsaan yang sejalan dengan nilai-nilai Bela Negara,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Jawa 1 Sura Be 1960 yang dimaknai masyarakat Jawa sebagai momentum refleksi, kontemplasi, dan pembersihan diri untuk menyongsong perjalanan hidup yang lebih baik di tahun yang baru.
Asep berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Lampah Budaya Mubeng Benteng dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, menjaga warisan budaya bangsa, serta memperkuat rasa cinta terhadap tanah air.
“Budaya adalah identitas bangsa. Dengan menjaga budaya, kita turut menjaga jati diri dan memperkuat semangat persatuan serta kecintaan kepada Indonesia,” pungkasnya.
Salam Budaya-Salam Bela Negara.
(Tio BN)



















