
BN News. Banyumas || Suasana sore Ahad, 26 Oktober 2025, di Mushola An Nur Jl. H. Mashuri Gg. Sirkaya RT 003 RW 001 Kelurahan Rejasari Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumaa, Jawa Tengah, dipenuhi lantunan dzikir dan wajah-wajah teduh jamaah.
Dalam pengajian rutin yang digelar setiap Ahad terakhir setiap bulan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Mushola An Nur kembali menggelar majelis ilmu bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Banyumas, KH. Kodir.
Acara yang dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran takmir, pembina, penasehat, relawan, serta warga Rejasari dan sekitarnya itu dibuka dengan pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin Ketua Takmir Ust. Daryanto. Suasana khusyuk dan haru menyelimuti ruangan sederhana namun penuh makna itu, menjadi pengantar turunnya keberkahan ilmu.
Dalam sambutannya, Sekretaris UPZ An Nur, Auliya Rahman, mewakili Ketua Asmah Asiyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada KH. Kodir atas kesediaannya memberikan bimbingan ilmu, serta kepada seluruh jamaah yang dengan tulus hadir meramaikan majelis.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak KH. Kodir dan semua jamaah. Semoga majelis ini menjadi sebab turunnya rahmat dan keselamatan dunia akhirat. Kami juga memohon maaf bila ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” ujarnya penuh takzim.
KH. Kodir dalam tausiahnya menyampaikan materi dari kitab Safînatun Najâ, karya ulama besar Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhrami. Beliau menegaskan bahwa Islam dan Iman ibarat dua sisi dari satu kesempurnaan. Islam menata lahir, sedangkan Iman menata batin; Islam memperindah amal, dan Iman memurnikan niat.
“Orang yang Islam tanpa Iman ibarat tubuh tanpa ruh, dan Iman tanpa Islam ibarat ruh tanpa amal. Keduanya bersatu menjadi pelita keselamatan,” tutur KH. Kodir dengan suara teduh yang menggugah hati.
Dalam penjelasannya, KH. Kodir menegaskan bahwa kitab Safînatun Najâ merupakan “kapal keselamatan” bagi penuntut ilmu agama. Di dalamnya, termuat tiga bahasan utama: aqidah, fiqih ibadah, dan adab, yang menuntun umat agar berlayar menuju samudra ma’rifah. Beliau menutup pengajian dengan pesan agar setiap muslim berusaha menjadi mukmin sejati, yang lahirnya tunduk dengan Islam, batinnya tenang dengan Iman, dan keduanya memancarkan Ihsan dalam setiap amal.
Pengajian rutin ini bukan sekadar forum keilmuan, tetapi juga menjadi ajang mempererat ukhuwah, memperkuat sinergi antara UPZ An Nur dengan BAZNAS Kabupaten Banyumas, serta meneguhkan semangat ibadah dan kepedulian sosial masyarakat Rejasari.
Dengan doa bersama dan penuh kekhusyukan, majelis ditutup dengan harapan agar keberkahan ilmu terus mengalir, menata lahir dengan Islam, menenangkan batin dengan Iman, dan menumbuhkan amal dengan keikhlasan.
(Kontributor : Djarmanto-YF2DOI//warto)



















