
Reporter : Warto
Sumber : Humas Polres Cilacap
BN News || Cilacap~
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamudji gelar Press Release terkait Kasus Omricon,Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro,S.I.K.,M.H, Dandim 0703/Cilacap Letkol INF.Andi Afandi S.IP, Kadinkes dr.Pramesti Griana Dewi,M.Kes,M.Si.Kegiatan dilaksanakan di Ruang Gadri Pendopo Wijaya Kusuma Cakti.Senin (24/01/2022).
Bupati Cilacap dalam Press Release Sekira pukul 10.30 S/D 10.55 wib menyampaikan ” Akan menginformasikan bahwa pad tanggal 21/01/2022 Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menerima hasil Laboratorium WGS COVID-19 berupa Varian Omicron sebanyak 1(satu) orang.
Pada Tanggal 04/01/2022 ZS (51)th warga Kota Pematang Siantar Medan melakukan Perjalanan dari stasiun Gambir naik Kereta api jurusan Cilacap dengan maksud tujuan menemui salah seorang koleganya,dan menginap di salah satu Hotel dan pada tanggal 05/01/2022 dilakukan Swab di RSPC dengan maksud PCR Ingin Pulang ke Medan dengan naik Pesawat melalui Bandara di Yogjakarta.Namun hasil Swab belum keluar sudah dijemput saudaranya dan setelah hasil PCR Positif selanjutnya di Isolasi di Godean Sleman Yogjakarta.
“Kami menghimbau agar masyarakat Cilacap jangan lengah tetap waspada , tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Jaga jarak, hindari kerumunan, selalu memakai masker, selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta bagi yang belum vaksin agar segera vaksin.. Semoga wabah pandemi Covid19 segera berakhir”,himbau Bupati.
Kapolres Cilacap AKBP. Eko Widiantoro, S.I.K., M.H juga “menyampaikan bahwa Kita sudah mengetahui bersama perkembangan situasi adanya varian baru yang sudah masuk ke Jawa tengah, Perlu kita katahui juga bahwa adanya peningkatan secara nasional, Kita antisipasi dengan menangkal jangan sampai masuk ke Cilacap, karena Penyebarannya sangat cepat”.
Jadi Langkah yang kita lakukan kedepan akan kita selektif penegakan prokes terutama di tempat berkumpulnya banyak masyarakat.
Dan apabila nantinya ada yang terpapar varian baru (Omicron) akan kita isolasi khusus tidak boleh sama sekali kontak dengan siapapun karena penyebarannya sangat cepat.
Harapan kita bersama jangan sampai ada/masuk varian baru di wilayah kab. Cilacap, tetap kita tingkatkan disiplin Prokes melalui satgas akan kita ingatkan terus kepada masyarakat terutama Masker jangan sampai dilepas.
Dandim 0703/Cilacap menambahkan” Bahwa hari ini kita sampaikan adanya hal yang menonjol di Cilacap yaitu dengan adanya personil yang transit di wilayah Cilacap selama satu malam yang terkonfirmasi varian Omricon, dan saat ini personil tersebut sudah isoman di Sleman, jadi seharusnya yang melaporkan konfirmasi ini adalah gugus tugas Sleman, akan tetapi personil tersebut sudah transit satu malam di Cilacap maka dalam hal ini kami janjaran harus mewaspadai, antisipasi harus lebih, walaupun secara hasil PCR pernyataan Bupati sudah keluar Negatif.
Telah disampaikan oleh ketua Gugus Tugas (Bupati Cilacap) ingat bahwa Puncak terkonfirmasi di Indonesia terjadi pada bulan Juli 2021 bagaimana di Kab. Cilacap dan seluruh Kabupaten lainya hampir dikatakan kewalahan ,dan semua bermula terjadi di internal wilayah jadi bukan proses treament, treament itu adalah solusi terahir maka yang menjadi ajuan utama adalah disiplin Prokes. Mari kita bersama berdoa, kita tingkatkan disiplin Prokes bersama kita bisa, bersama kita pastikan.
Bahwa terkonfirmasi varian baru Omicron atas nama ZS hanya transit satu malam di Cilacap melaksanakan Tes PCR di RSPC Cilacap, dan saat ini pegawai RSPC Cilacap yang kontak dengan ZS telah dilaksanakan tes Swab dengan hasil negatif .



















