BPS Kabupaten Cianjur Dorong Pelaku Usaha Berpartisipasi Aktif, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan

  • Whatsapp

Sharing is caring!

Selasa, 30 Juni 2026


BN NEWS, Cianjur || Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur menegaskan pentingnya akurasi data ekonomi sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPS mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari sektor usaha mikro hingga perusahaan besar, untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan nasional yang akan menjadi rujukan pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi di tingkat pusat maupun daerah.

Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, menegaskan bahwa pembangunan yang efektif hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh data yang valid, akurat, dan mutakhir. Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki.

“Kami berharap seluruh OPD dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Cianjur dapat berperan aktif serta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” tegas Abi Ramzi.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Hasil pendataan tersebut diharapkan mampu menghasilkan basis data ekonomi yang komprehensif sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, penguatan investasi, pemberdayaan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Cianjur, Dadang Darmansyah, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan pendataan nasional yang bertujuan memotret secara menyeluruh kondisi dan perkembangan seluruh sektor usaha di Indonesia. Data yang terkumpul akan menjadi instrumen strategis pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan pelaku usaha dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

“BPS Kabupaten Cianjur mengajak seluruh pelaku usaha untuk menerima petugas sensus serta memberikan data secara jujur, lengkap, dan akurat. Partisipasi masyarakat merupakan faktor utama keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 dalam menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dadang.

Menurutnya, data ekonomi yang kuat akan menjadi pijakan pemerintah dalam merancang berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, Sensus Ekonomi 2026 tidak sekadar menjadi agenda pendataan nasional, melainkan investasi data yang akan menentukan arah pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk Kabupaten Cianjur, agar lebih terencana, adaptif, dan berkelanjutan.

Jurnalis: Warsito

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.