
BN NEWS | Cianjur || Kamis, 9 Juli 2026 Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, sejumlah toko perlengkapan sekolah di Kabupaten Cianjur mulai dipadati pembeli. Salah satunya Toko Saluyu 1 dan 2 yang berada di Jalan Siti Jenab, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.

Mayoritas pengunjung merupakan para orang tua yang berburu seragam sekolah dan perlengkapan belajar bagi anak-anak mereka yang akan kembali masuk sekolah pada pekan depan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas jual beli terlihat ramai sejak pagi hari. Pemilik Toko Saluyu 1 dan 2, Sri, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terasa sejak pertengahan Juni 2026, bertepatan dengan selesainya pembagian rapor dan dimulainya masa libur sekolah.
Menurutnya, seragam Sekolah Dasar (SD) menjadi produk yang paling banyak diminati, disusul seragam untuk jenjang SMP dan SMA.
“Yang paling banyak dicari adalah seragam SD, kemudian SMP dan SMA yang akan mulai masuk sekolah,” ujar Sri.
Meski mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa, Sri menilai kondisi penjualan tahun ini masih belum mencapai puncak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ada kenaikan penjualan, tetapi dibanding tahun lalu masih sedikit menurun. Kemungkinan dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Namun kami memperkirakan beberapa hari menjelang masuk sekolah jumlah pembeli akan semakin meningkat,” katanya.
Sri juga mengungkapkan harga seragam sekolah tahun ini mengalami penyesuaian akibat kenaikan harga bahan baku, ongkos transportasi, dan biaya produksi. Meski demikian, kenaikannya dinilai masih dalam batas wajar.
Untuk satu set seragam SD kelas 1, harga berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung jenis bahan yang dipilih pembeli, seperti bahan Oxford maupun bahan dengan kualitas lebih baik.
Ia memastikan stok seragam di tokonya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga puncak musim penerimaan siswa baru. Pihaknya juga telah menambah persediaan sebagai langkah antisipasi meningkatnya permintaan.
Selain warga Cianjur, pembeli juga datang dari berbagai daerah, seperti Bandung dan Bogor. Banyak perantau yang memanfaatkan momen pulang kampung untuk membeli perlengkapan sekolah bagi anak-anak mereka.
Sri menambahkan, pola belanja setiap keluarga berbeda. Orang tua yang anaknya memasuki jenjang pendidikan baru umumnya membeli perlengkapan secara lengkap, sedangkan mereka yang hanya naik kelas biasanya membeli seragam atau perlengkapan yang masih dibutuhkan.
Dengan semakin dekatnya hari pertama masuk sekolah, para pedagang berharap lonjakan pembeli terus meningkat sehingga mampu mendongkrak penjualan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
(Jurnalis: Warsito)


















